"Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi namun sejauh ini apa yang Anda bicarakan tidak ada dalam agenda," ujar Putin ketika ditanya wartawan apakah Rusia akan ikut serta dalam operasi memerangi ISIS.
"Untuk mengatakan kami siap melakukan itu sekarang -- sejauh ini, terlalu dini untuk bicara soal ini. Namun kami sudah siap memberikan Suriah bantuan yang cukup serius dengan peralatan dan pelatihan tentara, dengan persenjataan kita," kata Putin seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti dan dilansir NDTV, Jumat (4/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini efektivitas serangan-serangan udara itu rendah," cetus Putin.
Sementara itu, beredar kabar mengenai keberadaan pasukan Rusia di Suriah saat ini. Gedung Putih menyatakan, pihaknya kini tengah mengikuti dengan seksama pemberitaan bahwa Rusia melakukan operasi militer di Suriah. Diingatkan Gedung Putih, tindakan Rusia, sekutu rezim Suriah tersebut, akan mengganggu kestabilan Suriah dan kontraproduktif.
Pernyataan ini disampaikan Gedung Putih setelah sejumlah foto muncul di sebuah akun media sosial yang terkait dengan pasukan pro-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto-foto itu memperlihatkan pesawat dan drone-drone Rusia di dekat provinsi Idlib.
(ita/ita)











































