Miliarder Mesir Berniat Beli Pulau untuk Tampung Pengungsi

Miliarder Mesir Berniat Beli Pulau untuk Tampung Pengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 14:20 WIB
Miliarder Mesir Berniat Beli Pulau untuk Tampung Pengungsi
Naguib Sawiris (AFP PHOTO / KHALED DESOUKI)
Kairo - Miliarder asal Mesir, Naguib Sawiris menawarkan solusi bagi para pengungsi kemanusiaan. Sawiris menawarkan diri untuk membeli sebuah pulau di wilayah Yunani atau Italia, untuk tempat tinggal ratusan ribu pengungsi.

Sawiris merupakan CEO Orascom TMT, yang mengoperasikan jaringan telepon genggam di Timur Tengah dan Afrika, serta Korea. Sawiris juga memiliki stasiun televisi di Mesir dan keluarganya dikenal sebagai pemilik resor El Gouna di Laut Merah. Seperti dilansir AFP, Jumat (4/9/2015), Sawiris menyatakan niatnya membeli pulau di wilayah Mediterania, yang kemudian dikembangkan untuk membantu para pengungsi asal Suriah dan wilayah konflik lainnya.

"Yunani atau Italia juallah sebuah pulau kepada saya, saya akan menyatakannya merdeka dan menjamu para imigran dan memberikan pekerjaan bagi mereka untuk membangun negara mereka sendiri," tulis Sawiris melalui akun Twitter-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak Januari lalu, lebih dari 2.300 pengungsi tewas di lautan, saat hendak mengungsi ke wilayah Eropa. Sebagian besar dari para pengungsi ini merupakan warga Suriah yang menyelamatkan diri dari konflik berkepanjangan di negara mereka. Dalam wawancara dengan televisi setempat, Sawiris menyatakan akan mendekati pemerintah Yunani dan juga Italia untuk membahas rencananya ini.

Saat ditanya oleh AFP apakah dirinya yakin rencananya ini bisa terwujud, Sawiris menjawab: "Tentu saja, ini mudah dicapai."

Sawiris menuturkan, sebuah pulau di Yunani atau Italia berharga sekitar US$ 10 juta hingga US$ 100 juta, atau setara Rp 141 miliar hingga Rp 1,4 triliun. "Hal yang paling utama adalah investasi terhadap infrastruktur," sebutnya.

"Akan ada empat penampungan sementara sebagai tempat tinggal mereka, kemudian Anda mulai mempekerjakan orang-orang untuk membangun rumah, sekolah, universitas, rumah sakit. Dan jika ada perkembangan, siapapun yang ingin kembali (ke kampung halaman) bisa kembali," terangnya.

Sawiris menjamin, mereka yang mengungsi akan diperlakukan seperti layaknya manusia. "Cara mereka diperlakukan sekarang, mereka diperlakukan seperti ternak," tandasnya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads