Ratusan Orang Keluarga Militer AS Diserukan Tinggalkan Turki

Ratusan Orang Keluarga Militer AS Diserukan Tinggalkan Turki

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 04 Sep 2015 11:55 WIB
Ratusan Orang Keluarga Militer AS Diserukan Tinggalkan Turki
Foto: morgueFile/click
Ankara, - Ratusan keluarga militer Amerika Serikat diserukan untuk meninggalkan wilayah Turki selatan sebagai tindakan berjaga-jaga. Seruan ini dikeluarkan terkait perubahan situasi di Incirlik menyusul operasi militer yang dilakukan AS.

Perubahan situasi yang dimaksud adalah terkait dengan keputusan pemerintah Turki mengizinkan pesawat-pesawat tempur AS untuk melancarkan serangan terhadap kelompok militan ISIS di Suriah dan Irak dari pangkalan militer di Incirlik, Turki.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS alias Pentagon, Peter Cook, mengatakan terdapat sekitar 900 anggota keluarga personel militer dan diplomat AS yang tinggal di sekitar kota Adana, dekat Pangkalan Udara Incirlik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusan ini dibuat sebagai kehati-hatian penuh menyusul dimulainya operasi militer dari Pangkalan Udara Incirlik," ujar Cook seperti dilansir Telegraph, Jumat (4/9/2015).

Dikatakan Cook, seruan ini terbatas untuk keluarga militer yang tinggal di wilayah Adana saja, jadi tidak berlaku untuk anggota keluarga militer ataupun personel sipil di kota-kota lain, termasuk Ankara, Istanbul dan Izmir.

"Ini tidak dilakukan karena adanya ancaman baru yang spesifik. Kita memang sudah berada dalam level perlindungan pasukan yang ditingkatkan di Turki, di Incirlik, sejak beberapa waktu lalu," tandas Cook.

Sekitar 1.800 tentara AS saat ini ditempatkan di Incirlik. Militer AS belum lama ini mengerahkan enam jet tempur F-16 ke pangkalan udara tersebut. Pengerahan ini terkait dengan kesepakatan AS dan Turki baru-baru ini untuk memerangi kelompok militan ISIS di Suriah.

Terhitung sejak bulan lalu Turki mengizinkan pesawat-pesawat tempur AS menggunakan Incirlik untuk menggempur posisi-posisi ISIS di Suriah. Sebelumnya Turki dianggap kurang aktif dalam menghadapi milisi ISIS, namun pada Juli lalu Turki mengumumkan perang menghadapi militan ISIS di Suriah dan pejuang pemberontak Kurdi (PKK) di Irak utara.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads