Dikatakan juru bicara Perez, Jorge Ortega, presiden mengambil keputusan untuk mundur guna menghadapi "secara pribadi proses hukum terhadap dirinya." Pengumuman mundur ini disampaikan hanya beberapa jam setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan Jaksa Agung Guatemala. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (3/9/2015).
Perez yang menjabat presiden sejak tahun 2012, akan digantikan oleh Wakil Presiden yang baru, Alejandro Maldonado menjelang pemilihan umum yang akan digelar 6 September mendatang. Pemilu tersebut akan memilih presiden baru yang akan mulai menjabat pada tahun 2016 mendatang.
Perez dituduh mendalangi skema penipuan besar-besaran, yang dikenal sebagai "La Linea" (The Line), sebuah skandal yang telah memaksa mundurnya wakil presiden Baldetti. Atas skandal ini, enam dari 14 menteri Perez juga telah mundur dalam beberapa hari terakhir, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Perez dijadwalkan tampil di depan hakim pada Kamis (3/9) waktu setempat dan telah setuju untuk bekerja sama dalam penyelidikan kasus ini.
Perez (64) dicabut kekebalan hukumnya oleh parlemen Guatemala pada Selasa, 1 September waktu setempat. Ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di negeri itu.
Sebelumnya, Perez yang sesuai konstitusi tidak bisa lagi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, telah menyangkal setiap tudingan korupsi yang diarahkan kepadanya. Perez membantah terlibat dengan skema suap tersebut dan menerima uang dari penipuan dalam pengoperasian bea cukai.
(ita/ita)











































