Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menuturkan, formula atau rumus tersebut didasarkan pada aseton, zat kimia yang tidak stabil dan mudah terbakar. Demikian seperti dilansir CNN, Kamis (3/9/2015).
"Campuran dari zat-zat kimia ini bisa didapatkan dengan mudah, secara legal, di mana saja, tapi ketika Anda mencampurkannya, zat-zat itu menjadi campuran kimia yang mudah terbakar dan bisa dikembangkan menjadi alat peledak," terang Prawut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersangka kedua yang disebut sebagai warga negara asing, ditangkap saat akan menyeberang perbatasan Thailand-Kamboja pada Selasa (1/9). Pada Rabu (2/9), kepolisian Thailand menyatakan sidik jari tersangka tersebut cocok dengan sidik jari pada peralatan pembuat bom yang disita polisi dari sebuah apartemen di Bangkok, akhir pekan lalu.
Identitas tersangka kedua belum dirilis secara resmi oleh polisi. Namun disebutkan bahwa tersangka kedua sempat tinggal di apartemen yang sama dengan tersangka pertama, yang juga warga negara asing, yang ditangkap pada Sabtu (29/8).
Selain dua tersangka yang telah ditangkap, polisi Thailand masih memburu 8 tersangka lainnya terkait bom Bangkok. Salah satu tersangka merupakan wanita Thailand bernama Wanna Suansan, sedangkan lainnya merupakan warga negara asing. (nvc/ita)











































