Militer China Dirampingkan, 300 Ribu Tentara Dirumahkan

Militer China Dirampingkan, 300 Ribu Tentara Dirumahkan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 14:17 WIB
Militer China Dirampingkan, 300 Ribu Tentara Dirumahkan
Presiden Xi Jinping (REUTERS/Damir Sagolj)
Beijing - Saat peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II, Presiden China Xi Jinping mengumumkan perampingan militernya. Sebanyak 300 ribu personel militer China akan dirumahkan.

Pengumuman ini disampaikan Presiden Xi dalam pidatonya saat peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia yang digelar di Beijing. Namun Presiden Xi tidak menjelaskan lebih lanjut soal perampingan ini maupun soal jangka waktu perampingan. Demikian seperti dilansir Wall Street Journal, Kamis (3/9/2015).

Namun demikian, China masih memiliki jumlah personel militer aktif paling banyak di dunia. Dalam laporan pemerintah pada tahun 2006, jumlah tentara China atau yang biasa disebut People's Liberation Army mencapai 2,3 juta personel aktif. Diperkirakan jumlah ini tidak jauh berbeda dengan saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhir-akhir ini, China lebih terbuka dalam membahas reformasi tubuh militer maupun struktur komando mereka, demi melindungi kepentingan China di luar negeri yang semakin berkembang.

Di bawah pemerintahan Presiden Xi, militer China diminta untuk meningkatkan kesiapan bertempur. Tapi di sisi lain, Presiden Xi juga menyerukan kampanye antikorupsi secara luas dalam tubuh militer dan sejauh ini, sedikitnya ada 30 jenderal militer yang ditahan terkait korupsi.

Pakar militer asing memperkirakan perampingan personel militer China ini akan difokuskan pada Angkatan Darat, sedangkan Angkatan Laut lebih dikuatkan. Hal ini sesuai dengan upaya China untuk memperkuat militernya di lautan.

Dalam pidatonya, Presiden Xi menyebut dunia masih jauh dari ketenangan. Presiden Xi juga menyatakan, militer kuat sangat penting dalam mempertahankan kedaulatan China dan juga menjadi simbol kekuatan nasional.

"Negara yang kuat membutuhkan militer yang kuat. Militer yang kuat menjamin negara yang stabil," ucap Presiden Xi dalam pidatonya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads