Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Kamis (3/9/2015), polisi Thailand mendapat informasi bahwa perusahaan tersebut menerbitkan izin kerja bagi warga Turki yang ingin bekerja atau sekolah di Thailand. Penggerebekan dilakukan pada Rabu (2/9) malam. Namun tidak disebutkan jenis bidang perusahaan yang digerebek.
Sumber dari kepolisian itu juga menyebut, salah satu tersangka berkewarganegaraan Turki, Emrah Davutoglu, yang juga suami dari tersangka wanita Wanna Suansan, diduga terlibat aktivitas membawa beberapa rekan senegaranya masuk ke wilayah Thailand. Penggerebekan pada apartemen yang disewakan oleh Wanna dan suaminya, serta pada apartemen salah satu tersangka berujung temuan puluhan paspor palsu asal Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, total ada 8 tersangka bom Bangkok yang tengah diburu otoritas Thailand. Dua tersangka lainnya, sama-sama warga negara asing yang salah satunya mengaku bernama Bilal Mohammed (47). Keduanya ditahan secara terpisah pada 29 Agustus dan 1 September.
Salah satu dari 8 tersangka yang masih diburu merupakan tersangka utama yang diyakini warga negara asing. Tujuh tersangka lainnya antara lain, satu pria berkaus biru yang terekam CCTV menendang tas plastik diduga berisi bom di dermaga Sathorn, kemudian satu tersangka pria asing yang tidak disebut identitasnya dan satu tersangka wanita Thailand bernama Wanna Suansan.
Lalu tiga tersangka pria warga negara asing, yang dua tersangka di antaranya diidentifikasi sebagai Ahmet Bozonglan dan Ali Jolan. Terakhir, tersangka warga negara Turki bernama Emrah Davutoglu, yang juga diketahui sebagai suami tersangka Wanna.
Dalam pernyataannya, Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Jenderal Polisi Chakthip Chaijinda meyakini bahwa penyelidikan kepolisian berada pada jalur yang tepat. "Perkembangannya lebih cepat dari kasus-kasus lainnya. Dibutuhkan 14-15 hari bagi polisi untuk memecahkannya," ucapnya. (nvc/ita)











































