Swiss Bekukan Aset Puluhan Juta Dolar AS Terkait 1MDB

Swiss Bekukan Aset Puluhan Juta Dolar AS Terkait 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2015 09:49 WIB
Swiss Bekukan Aset Puluhan Juta Dolar AS Terkait 1MDB
Ilustrasi (REUTERS/Olivia Harris)
Bern - Otoritas Swiss membekukan sejumlah aset pada rekening bank terkait penyelidikan terhadap 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Swiss menyelidiki 1MDB terkait dugaan korupsi dan pencucian uang.

Baik otoritas Swiss maupun otoritas Malaysia melakukan penyelidikan pidana terhadap 1MDB, yang badan penasihatnya dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. 1MDB dilanda kontroversi terkait utang US$ 11 miliar dan dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan.

"Kantor Jaksa Agung Swiss (OAG) telah membekukan sejumlah aset bernilai hingga puluhan juta dolar AS pada beberapa rekening bank Swiss," demikian pernyataan juru bicara OAG dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/9/2015).

"Pada tahap awal ini, OAG melakukan analisis dan mengonsolidasikan bukti-bukti yang ada. OAG sudah melakukan komunikasi dengan otoritas Malaysia. Kerja sama internasional dengan negara-negara lain, khususnya Malaysia, mungkin akan diperlukan untuk membangun fakta-fakta," imbuhnya.

Sementara itu di Malaysia, pihak 1MDB mengaku telah mengetahui laporan sementara otoritas Swiss.

"Sepengetahuan 1MDB, tidak ada rekening milik perusahaan (1MDB) yang dibekukan. 1MDB tengah dalam proses mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap penyelidikan yang tengah berlangsung di Swiss, agar perusahaan bisa bekerja sama secara penuh," demikian pernyataan 1MDB.

Otoritas Keuangan Swiss, FINMA menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan bersama beberapa bank di Swiss, terkait dugaan adanya bank yang pernah berurusan dengan 1MDB. Penyelidikan oleh otoritas Swiss ini dimulai bulan lalu, terhadap dua eksekutif 1MDB dan juga seseorang yang tidak disebut identitasnya, terkait dugaan korupsi oleh pejabat asing, penyelewengan dalam perusahaan publik dan pencucian uang

"Proses-proses tersebut didasarkan atas dua pemberitahuan adanya transaksi mencurigakan dari unit intelijen keuangan Swiss, MROS," demikian pernyataan OAG. (nvc/mad)


Berita Terkait