Serangan itu terjadi di kamp militer yang berada di Janale, sekitar 80 kilometer barat daya ibukota Mogadishu, yang dijaga pasukan Uganda. Serangan ini disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan Uni Afrika (AMISOM).
"Diketahui bahwa setidaknya 50 tentara AMISOM tewas," demikian statemen yang disampaikan pejabat-pejabat militer Barat kepada para diplomat, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Somalia menyatakan serangan itu sebagai pembalasan atas tewasnya tujuh warga sipil akibat pasukan Uganda di sebuah acara perkawinan di kota Merka pada Juli lalu.
Menurut sumber-sumber militer Barat, serangan itu dimulai dengan pengrusakan dua jembatan di sekitar kamp militer. Seorang pengendara mobil bermuatan bahan peledak kemudian melaju menghantam kamp militer dan terjadilah ledakan bom. Setelah itu, sekitar 200 militan Al-Shabaab menyerbu masuk ke kamp dan melepaskan tembakan.
Saksi mata menuturkan, Al-Shabaab dengan mudah menguasai kamp militer dan menjarah gudang-gudang senjata. Para militan pun mengangkut jasad-jasad tentara ke truk-truk.
"Mereka mengumpulkan jasad-jasad. Saya melihat hampir 30 tentara yang tewas selama pertempuran itu," ujar warga setempat, Hussein Idris.
Al-Shabaab hingga kini terus berupaya untuk menggulingkan pemerintahan Somalia di Mogadishu yang didukung internasional, dan dilindungi oleh pasukan Uni Afrika (AMISOM). Pada Juni lalu, para militan Al-Shabaab menewaskan puluhan tentara Burundi dalam serangan mereka ke pangkalan AMISOM di Mogadishu. Para militan tersebut juga kerap melancarkan serangan bunuh diri di wilayah Mogadishu. (ita/ita)











































