Gaza Bisa Jadi Wilayah Tanpa Penghuni Tahun 2020

Gaza Bisa Jadi Wilayah Tanpa Penghuni Tahun 2020

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 16:59 WIB
Gaza Bisa Jadi Wilayah Tanpa Penghuni Tahun 2020
Warga Palestina di Gaza (REUTERS/Mohammed Salem)
Gaza City - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa Jalur Gaza bisa menjadi wilayah yang tak bisa dihuni hanya dalam 5 tahun ke depan. Situasi ini bisa terjadi jika Gaza terus dilanda konflik dan perang, ditambah dengan blokade Israel yang tiada akhir.

"Konsekuensi sosial, kesehatan dan keamanan dari populasi yang tinggi dan padat penduduk merupakan beberapa faktor yang bisa membuat Gaza tidak bisa dihuni pada tahun 2020," demikian sebut laporan tahunan Konferensi Perdagangan dan Perdagangan PBB (UNCTAD) seperti dilansir AFP, Rabu (2/9/2015).

Gaza dengan populasi 1,8 juta jiwa ini, memiliki luas wilayah 362 kilometer persegi dan terletak di tengah-tengah wilayah Israel, Mesir dan Laut Mediterania. "Gaza bisa menjadi wilayah tak berpenghuni pada tahun 2020, jika tren ekonomi saat ini terus terjadi," imbuh laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi di Gaza semakin memburuk dengan adanya tiga kali operasi militer Israel dalam waktu 6 tahun terakhir dan blokade ekonomi dari Israel yang berlangsung nyaris satu dekade. Kondisi perekonomian di Gaza bahkan disebut berada di titik terendah sejak tahun 1967, ketika Israel mencaplok wilayah tersebut dari Mesir.

"Blokade ini menghancurkan infrastruktur Gaza yang sudah lemah, menghancurkan basis produksi, tidak meninggalkan apapun untuk rekonstruksi maupun pemulihan ekonomi dan kemiskinan yang melanda populasi Palestina di Gaza," sebut laporan UNCTAD.

Konflik tahun 2014 lalu menghancurkan lebih dari 20 ribu rumah warga Palestina, juga 148 sekolah, 15 rumah sakit dan 45 pusat layanan kesehatan. Sebanyak 247 pabrik dan 300 pusat bisnis di Gaza juga hancur maupun rusak akibat perang.

Satu-satunya sumber listrik di Gaza juga mengalami kerusakan parah. Bahkan sebelum konflik tahun 2014 lalu, suplai listrik di Gaza tidak cukup untuk memenuhi 40 persen permintaan masyarakat. Sedangkan 95 persen pasokan air di Gaza berasal dari laut yang sebenarnya dianggap tidak aman untuk dikonsumsi.

Tingkat pengangguran di Gaza meningkat tajam pada tahun lalu menjadi 44 persen, level tertinggi dalam sejarah Gaza. Sebanyak 72 persen rumah tangga di Gaza berjuang melawan kekurangan pangan. Jumlah pengungsi yang bergantung sepenuhnya pada bantuan pangan PBB meningkat dari 72 ribu orang pada tahun 2000, menjadi 868 ribu orang pada Mei lalu. Namun bantuan kemanusiaan saja tidak akan mampu memperbaiki kondisi Gaza. (nvc/ita)


Berita Terkait