Sidik Jari Tersangka Bom Bangkok Cocok dengan Peledak Temuan Polisi

Sidik Jari Tersangka Bom Bangkok Cocok dengan Peledak Temuan Polisi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 15:09 WIB
Sidik Jari Tersangka Bom Bangkok Cocok dengan Peledak Temuan Polisi
Tersangka bom Bangkok (REUTERS/National Council for Peace and Order/Handout via Reuters)
Bangkok - Pemeriksaan sidik jari terhadap tersangka kedua yang ditangkap Selasa (1/9), telah selesai dilakukan. Hasilnya mengkonfirmasi tersangka memang menyentuh bahan peledak yang ditemukan di apartemen Nong Chok, Bangkok.

Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Rabu (2/9/2015), juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menuturkan, sidik jari tersangka warga negara asing yang tidak disebut identitasnya, cocok dengan sidik jari pada wadah bahan peledak yang disita polisi dari apartemen Pool Anant, Nong Chok, akhir pekan lalu.

Bahan peledak yang disita polisi itu diyakini berkaitan dengan ledakan bom Bangkok. Polisi meyakini, tersangka kedua ini merupakan orang yang merakit atau membawa bom yang digunakan dalam serangan bom di Bangkok pada 17 dan 18 Agustus lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersangka pertama terkait bom Bangkok ditangkap di apartemen distrik Nong Chok pada Sabtu (29/8). Di dalam apartemen tersangka pertama, polisi menemukan berbagai macam bahan peledak dan banyak paspor palsu.

Sedangkan tersangka kedua ditangkap di dekat perbatasan Thailand-Kamboja pada Selasa (1/9). Keduanya dinyatakan warga negara asing, namun polisi Thailand belum merilis identitas maupun asal kewarganegaraan keduanya.

Sementara itu, dalam keterangan kepada polisi, tersangka kedua membantah dirinya merupakan tersangka pengebom di Kuil Erawan. Tersangka mengaku dirinya hanya kebetulan berada di area yang sama ketika ledakan terjadi pada 17 Agustus lalu.

"Wajar jika tersangka menyangkal perbuatannya, tapi kami harus memeriksanya secara mendalam. Sekarang, kasus ini sudah mengalami perkembangan sekitar 70 persen," sebut Wakil Kepala Kepolisian Thailand, Chakthip Chaijinda seperti dilansir Reuters. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads