Polisi Malaysia Akan Panggil Mahathir Soal Tuduhan terhadap Najib

Polisi Malaysia Akan Panggil Mahathir Soal Tuduhan terhadap Najib

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 13:45 WIB
Polisi Malaysia Akan Panggil Mahathir Soal Tuduhan terhadap Najib
Mahathir saat demo Bersih (Foto: REUTERS/Olivia Harris)
Kuala Lumpur, - Usai demo antipemerintah di Kuala Lumpur, Kepolisian Malaysia akan memanggil mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Mahathir akan diminta statemennya terkait tudingan-tudingan yang dilontarkannya terhadap PM Malaysia Najib Razak saat aksi demo yang diprakarsai kelompok koalisi Berish pada akhir pekan lalu.

"Tun (Mahathir) membuat beberapa tuduhan dalam pidatonya selama demo Bersih, yang memerlukan polisi bertindak," ujar juru bicara kepolisian seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (2/9/2015).

Ditambahkannya, Inspektur Jenderal Kepolisian Khalid Abu Bakar akan memanggil Mahathir untuk dimintai statemennya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi demo Bersih yang berlangsung Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8), Mahathir datang untuk bergabung bersama para demonstran yang menuntut pengunduran diri PM Najib. Mahathir bahkan terang-terangan menyerukan gerakan rakyat untuk menggulingkan Najib terkait skandal dugaan korupsi.

Di depan pers dalam aksi demo pada Minggu (30/8), Mahathir menyebut Najib pemimpin korup dan mengatakan bahwa rakyat secara keseluruhan tidak menginginkan dia.

Aksi demo itu sendiri telah dinyatakan ilegal oleh otoritas Malaysia.

Menurut asisten Mahathir,Β  Sufi Yusoff, mantan pemimpin negeri Jiran itu tidak sedang berada di Malaysia pekan ini. Dia diperkirakan baru akan kembali pekan depan.

"Sejauh yang saya tahu, dia belum dihubungi oleh polisi. Kami akan patuh pada polisi soal apapun yang diperlukan," tuturnya.

Semasa menjadi PM Malaysia, Mahathir dikenal sebagai pemimpin yang tegas, yang tidak mentolerir perbedaan pendapat. Lewat blognya, Mahathir yang hingga kini masih menjadi figur politik berpengaruh itu, menyatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak setuju dengan aksi-aksi protes di jalanan. Namun menurutnya, Najib telah menghalangi semua metode legal untuk menggganti PM.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads