Hal tersebut disampaikan mantan kepala badan intelijen AS, CIA jenderal purnawirawan David Petraeus kepada media CNN, Rabu (2/9/2015).
Dalam statemen ke CNN, Petraeus mengatakan, sejumlah anggota kelompok Al-Nusra Front yang terkait Al-Qaeda, mungkin bisa dibujuk untuk bergabung dalam koalisi memerangi ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa pejuang dan mungkin sejumlah elemen dalam Nusra saat ini tak diragukan lagi bergabung demi tujuan oportunistis ketimbang ideologis: mereka menganggap Nusra sebagai kuda tangguh, dan mereka tidak melihat alternatif yang kredibel karena oposisi moderat belum cukup sumber," tutur pria berumur 62 tahun itu.
Karena itu, mantan bos CIA tersebut mengusulkan agar AS merangkul para anggota Nusra yang membelot dan menyekutukannya dengan kaum oposisi moderat dalam memerangi ISIS dan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Menurut Petraeus, menggunakan para pejuang Nusra akan memberikan dua keuntungan, yakni kelompok oposisi dukungan AS mendapatkan patron yang kuat, dan makin intensifnya tekanan terhadap semua kelompok ekstremis.
(ita/ita)











































