Kisah Simpang Siur Seputar Penangkapan Tersangka Bom Bangkok

Kisah Simpang Siur Seputar Penangkapan Tersangka Bom Bangkok

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2015 11:48 WIB
Kisah Simpang Siur Seputar Penangkapan Tersangka Bom Bangkok
Tersangka bom Bangkok (REUTERS/National Council for Peace and Order/Handout via Reuters)
Bangkok - Polisi Thailand memastikan tersangka kedua yang ditangkap Selasa (1/9) kemarin memiliki peran penting dalam bom Bangkok. Namun di tengah itu, muncul kesimpangsiuran soal lokasi penangkapan tersangka dari kalangan otoritas Thailand.

Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Rabu (2/9/2015), Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menyebut tersangka ditangkap saat hendak menyeberang perbatasan Kamboja, atau tepatnya di Ban Pa Rai, distrik Aranyaprathet, Provinsi Sa Kaeo, yang masuk wilayah Thailand.

Senada dengan Prayut, Komandan Divisi Infanteri Ke-2, Mayor Jenderal Srisak Poonprasit menuturkan, polisi dan tentara Thailand yang berpatroli di distrik Aranyaprathet pada Selasa (1/9) memergoki tersangka di lokasi sejauh 500 meter dari perbatasan Thailand-Kamboja.

Namun dalam keterangan terpisah, otoritas Thailand dan Kamboja menyatakan tersangka ditangkap di Phnom Penh, Kamboja pada Senin (31/8). Sejumlah anggota tim investigasi kepolisian Thailand menuturkan kepada Bangkok Post, tersangka ditangkap di Bandara Internasional Pochengtong saat hendak terbang ke Turki.

Dari bandara, tersangka dibawa ke kota perbatasan Poipet, Kamboja, yang terletak berseberangan dengan distrik Aranyaprathet, Sa Kaeo, Thailand. Di kota perbatasan itu, tersangka diserahkan kepada otoritas Thailand pada Selasa (1/9). Tersangka sempat diinterogasi di kamp militer di Aranyaprathet, sebelum diterbangkan ke Bangkok. Polisi Thailand menyebut tersangka meninggalkan Thailand melalui perbatasan pada 21 Agustus lalu.

Ketidaksesuaian informasi juga muncul dari kalangan otoritas Kamboja. Seorang pejabat tinggi dari kalangan Kepolisian Kamboja menuturkan kepada media setempat, Phnom Penh Post bahwa tersangka ditangkap di wilayahnya, setelah otoritas Thailand memberitahu pihaknya bahwa tersangka kabur ke wilayah Kamboja. Pejabat Kamboja ini menyebut tersangka diserahkan kepada otoritas Thailand di kota perbatasan Poipet.

Namun juru bicara Kepolisian Kamboja, Kirt Chantharith membantah informasi ini pada Selasa (1/9). "Tidak, kami tidak menangkap pria ini di Kamboja. Tentara Kamboja memantau kasus ini, tapi kami tidak tahu soal tersangkanya," bantah Kirt.

Terlepas dari itu, seorang pejabat tinggi Kamboja menyebut, penangkapan dan penyerahan tersangka sengaja dirahasiakan karena disebut-sebut tersangka tengah dicari oleh otoritas China. (nvc/ita)


Berita Terkait