Ledakan mengguncang kompleks Kuil Erawan, Ratchaprasong pada 17 Agustus lalu dan menewaskan 21 orang, serta melukai lebih dari 100 orang lainnya. Belasan warga negara asing termasuk dalam korban tewas. Tersangka yang baru ditangkap pada awal pekan ini, diyakini memainkan peranan penting dalam ledakan tersebut serta satu ledakan lain yang lebih kecil di dermaga Sathorn, yang terjadi sehari setelah ledakan di Kuil Erawan.
"Dari semua bukti yang kami miliki, pria yang ditangkap ini merupakan anggota penting dari kelompok yang menanam dua bom di Bangkok," terang juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto paspor yang beredar di media sosial setempat, mengidentifikasi pria yang baru ditangkap ini berasal dari Xinjiang, China. Namun Prawut menyatakan bahwa foto paspor itu bukan dirilis oleh otoritas Thailand dan dia mengaku tak tahu dari mana foto itu muncul.
Kepolisian Thailand belum secara resmi merilis identitas tersangka yang baru ditangkap ini. Dalam foto yang beredar di media Thailand, terlihat tersangka yang berperawakan kurus dan berkumis, mengenakan pakaian lengan panjang warna abu-abu dengan topi dan kacamata hitam.
Penangkapan ini terjadi setelah otoritas Thailand menangkap seorang tersangka lainnya, yang juga warga negara asing pada Sabtu (29/8) lalu di pinggiran Bangkok. Di apartemen tersangka, polisi menemukan bahan peledak. (nvc/fdn)











































