Menteri Kesejahteraan Perkotaan, Perumahan, dan Pemerintah Daerah Malaysia, Datuk Abdul Rahman Dahlan menyatakan pihaknya akan mengirimkan tagihan kebersihan sebesar 65 ribu ringgit atau setara Rp 220 juta kepada pihak Bersih.
Tagihan ini, menurut Abdul Rahman, merupakan biaya tambahan untuk pembersihan lokasi unjuk rasa Bersih 4.0 pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/9) waktu setempat. Selain di Kuala Lumpur, aksi Bersih 4.0 juga digelar di beberapa wilayah lain di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tagihan ini tidak termasuk kerusakan properti publik yang disebabkan oleh para demonstran. Saya menyerahkannya kepada otoritas Balai Kota untuk menanganinya," imbuhnya.
Unjuk rasa Bersih 4.0 ini digelar dengan tujuan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Unjuk rasa ini mendapat dukungan kuat dari mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad yang belakangan ini sering menyerukan pengunduran diri PM Najib, yang terseret skandal korupsi perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Unjuk rasa Bersih 4.0 merupakan aksi keempat yang digelar oleh kelompok koalisi Bersih 2.0 sejak tahun 2007 lalu. Awalnya, aksi unjuk rasa ini bertujuan untuk mendorong pemilihan umum yang bersih dan adil di Malaysia. Namun isu yang diperjuangkan kemudian mengalami perluasan dalam perkembangannya. (nvc/ita)











































