Usai Demo Bersih, Malaysia Tagih Biaya Pembersihan Rp 220 Juta

Usai Demo Bersih, Malaysia Tagih Biaya Pembersihan Rp 220 Juta

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 15:46 WIB
Usai Demo Bersih, Malaysia Tagih Biaya Pembersihan Rp 220 Juta
Foto: REUTERS/Edgar Su
Kuala Lumpur - Aksi unjuk rasa Bersih 4.0 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia telah berakhir. Namun otoritas Malaysia membebankan biaya pembersihan lokasi unjuk rasa kepada kelompok aliansi Bersih sebagai pihak penyelenggara.

Menteri Kesejahteraan Perkotaan, Perumahan, dan Pemerintah Daerah Malaysia, Datuk Abdul Rahman Dahlan menyatakan pihaknya akan mengirimkan tagihan kebersihan sebesar 65 ribu ringgit atau setara Rp 220 juta kepada pihak Bersih.

Tagihan ini, menurut Abdul Rahman, merupakan biaya tambahan untuk pembersihan lokasi unjuk rasa Bersih 4.0 pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/9) waktu setempat. Selain di Kuala Lumpur, aksi Bersih 4.0 juga digelar di beberapa wilayah lain di Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menyarankan kepada pemimpin Bersih, Maria Chin Abdullah agar tidak menghabiskan seluruh donasi Bersih 4.0 sebesar 1,5 juta ringgit (Rp 5 miliar) karena kami akan mengirimkan tagihannya pekan ini," ucap Abdul Rahman seperti dilansir media setempat, New Straits Times, Selasa (1/9/2015).

"Tagihan ini tidak termasuk kerusakan properti publik yang disebabkan oleh para demonstran. Saya menyerahkannya kepada otoritas Balai Kota untuk menanganinya," imbuhnya.

Unjuk rasa Bersih 4.0 ini digelar dengan tujuan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Unjuk rasa ini mendapat dukungan kuat dari mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad yang belakangan ini sering menyerukan pengunduran diri PM Najib, yang terseret skandal korupsi perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Unjuk rasa Bersih 4.0 merupakan aksi keempat yang digelar oleh kelompok koalisi Bersih 2.0 sejak tahun 2007 lalu. Awalnya, aksi unjuk rasa ini bertujuan untuk mendorong pemilihan umum yang bersih dan adil di Malaysia. Namun isu yang diperjuangkan kemudian mengalami perluasan dalam perkembangannya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads