Wanna Suansan (26) yang fotonya dirilis kepolisian Thailand pada Senin (31/8), dinyatakan sebagai salah satu tersangka baru bom Bangkok yang tengah diburu. Selain Wanna, satu tersangka lainnya disebut sebagai pria warga negara asing (40) yang tidak disebut kewarganegaraannya.
Kini, kepolisian Thailand tengah mengejar keduanya yang diyakini terlibat jaringan yang mendalangi bom Bangkok pada 17 Agustus lalu. Seperti dilansir Bangkok Post, Selasa (1/9/2015), polisi meyakini kedua tersangka bersembunyi di Kamboja dan telah meminta bantuan Kamboja untuk melacak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menyebut, Wanna menyewakan apartemen di distrik Min Buri kepada seorang warga negara asing, yang juga menjadi tersangka. Polisi telah mendatangi rumah keluarga Wanna yang ada di Provinsi Phang Nga, Thailand bagian selatan, setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan. Namun keluarga Wanna menuturkan kepada polisi, bahwa Wanna tinggal di luar negeri.
"Mereka mengatakan Wanna tinggal di Turki bersama suaminya yang warga Turki dan anaknya. Dia (Wanna-red) sudah lama tidak menghubungi keluarganya," ucap Wakil Kepala Kepolisian Provinsi Phang Nga, Taracha Thompat kepada Reuters.
Berbagai informasi yang disampaikan kepolisian Thailand cenderung kontradiksi. Selama ini, kepolisian Thailand menuai kritikan atas penyelidikan yang dianggap tidak menentu. Hanya sedikit petunjuk yang diungkapkan terkait dalang sebenarnya di balik ledakan bom Bangkok.
Ketidakjelasan informasi juga terjadi saat penangkapan satu tersangka lainnya yang disebut terkait ledakan bom Bangkok. Polisi tidak menyebut secara jelas identitas pria berpenampilan lusuh yang ditangkap pada Sabtu (29/8) lalu. Awalnya, polisi menyebut pria itu mirip dengan tersangka utama bom Bangkok, yang wajahnya terekam CCTV. Namun kemudian polisi menyatakan belum bisa memastikan apakah pria itu adalah pria yang sama. (nvc/ita)











































