"Satu-satunya cara bagi rakyat untuk kembali ke sistem lama adalah dengan menggulingkan PM ini," kata Mahathir yang masih sangat berpengaruh di negeri Jiran itu.
"Dan untuk menggulingkan dia, rakyat harus menunjukkan kekuatan rakyat. Rakyat secara keseluruhan tidak menginginkan pemimpin korup seperti ini," cetus pria berumur 90 tahun itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (31/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib belakangan ini makin gencar didesak mundur terkait dugaan korupsi di lembaga "1Malaysia Develepment Berhard" (1MDB), lembaga keuangan negara di mana Najib menjadi ketua dewan penasihatnya.
Baru-baru ini, menteri-menteri kabinet Najib telah mengakui bahwa Najib menerima hampir US$ 700 juta ke sejumlah rekening pribadinya sejak tahun 2013. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh media ternama AS, Wall Street Journal bulan lalu.
Namun menurut para menteri kabinet Malaysia, transfer uang tersebut merupakan donasi politik dari sumber-sumber Timur Tengah yang tak disebut namanya, dan tak ada yang salah dengan hal itu.
Rekening-rekening Najib tersebut kini telah ditutup dan keberadaan uang senilai triliunan rupiah itu kini tidak diketahui. Status penyelidikan soal itu saat ini tak jelas, menyusul pemecatan pejabat-pejabat yang terlibat penyelidikan hal tersebut.
(ita/ita)











































