Acara ini dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Basri Bermanda, Sekretaris Jenderal Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Fandi Utomo, para Pimpinan Cabang Kabupaten/Kota Tarbiyah se Jawa-Tengah, dan keluarga besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
"Kami memandang kegiatan sosialisasi empat pilar MPR ini sangat penting sebagai wujud kebersamaan dan kesungguhan kita sebagai anak bangsa dan umat beragama dalam menciptakan tatanan Indonesia yang penuh dengan kemajuan, harmoni dan kedamaian," kata Zulkifli mengawali paparannya dalam sosialisasi empat pilar ke Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Semarang, dalam siaran pers, Minggu (30/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita patut bersyukur, melalui kepribadian dan karakteristik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itulah, nilai-nilai perdamaian sebagai pengejawantahan nilai-nilai agama senantiasa dijunjung tinggi di dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Zulkifli.
Dalam konteks Indonesia, kita patut bersyukur karena Islam yang tumbuh dan berkembang ialah Islam yang moderat. Penyebaran Islam di nusantara ini dilakukan dengan menghargai tradisi dan budaya setempat. Sehingga, tidak heran jika pada saat itu untuk pertama kalinya nilai-nilai Islam yang universal mendapat corak lokal.
"Islam Indonesia secara simbolis-sosiologis tidak sama dengan Islam di negara lain, meski secara substantif tetap sama, yaitu bersumber pada Alquran dan Sunnah," katanya.
Salah satu bukti moderasi Islam di Indonesia adalah diterimanya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Meskipun umat Islam berjumlah mayoritas, tapi hal itu tidak lantas memaksa mereka menjadikan "Islam" sebagai ideologi negara. Terdapat pemahaman yang disepakati bersama bahwa Islam bukanlah negara, bukan pula sistem pemerintahan. Namun begitu, ideologi dan sistem pemerintahan tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
" Artinya, substansi muatan Pancasila dinilai tidaklah bertentangan dengan nilai Islam sehingga diterima sebagai dasar negara," terang Zulkifli.
Demokrasi dan Islam di Indonesia adalah wujud harmoni yang saling memberikan warna, tidak ada pertentangan diantaranya, melainkan keserasian dan keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh dengan rahmat Allah Subhanahu Waa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Dalam kaitan ini saya memohon kepada para Ulama, para Pimpinan Pondok Pesantren, para Kyai, dan semua keluarga besar Tarbiyah Islamiyah untuk berdiri bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa dalam menegakkan demokrasi yang penuh dengan kearifan, serta dapat menjadi contoh untuk menegakkan kehidupan politik yang teduh, yang membawa manfaat politik di jalan Allah Subhaanahu wa Ta'ala," imbuh Zulkifli.
Zulkifli kemudian memaparkan nilai-nilai luhur bangsa yang termaktub di dalam empat pilar kebangsaan.
"Nilai-nilai luhur bangsa itu adalah Pancasila sebagai dasar negara, falsafah bangsa, etika moral serta alat pemersatu bangsa; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan konstitusional; Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus yang harus dijunjung tinggi serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam untaian kemajemukan bangsa," bebernya.
(van/faj)











































