Kisah Dugaan Korupsi PM Najib yang Mendorong Gerakan Bersih 4.0

Kisah Dugaan Korupsi PM Najib yang Mendorong Gerakan Bersih 4.0

Rivki - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2015 20:10 WIB
Kisah Dugaan Korupsi PM Najib yang Mendorong Gerakan Bersih 4.0
Foto: REUTERS/Olivia Harris
Kuala Lumpur - Puluhan ribu orang hari ini Demo menuntut PM Najib Razak mundur dari jabatannya. Aksi demo gerakan Bersih 4.0 ini bermula dari isu korupsi yang diduga melibatkan PM Najib.

Rangkuman detikcom, Sabtu (29/8/2015), kasus korupsi ini dilaporkan pada Juli 2015 lalu. Berikut kronologi gerakan anti Najib di Malaysia.

3 Juli 2015

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu surat kabar Wall Street Journal (WSJ) melaporkan aliran uang negara sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun yang ditransfer ke dalam rekening pribadi PM Najib.

WSJ juga menyebut uang negara ditransfer melalui beberapa rekening, salah satunya bank Singapura bernama Falcon Bank. Laporan WSJ ini belum bisa diverifikasi kebenarannya. Tapi PM Najib telah menyampaikan bantahannya atas laporan WSJ tersebut.

28 Juli 2015

Di tengah skandal kasus korupsinya, Najib mengeluarkan keputusan yang sangat kontroversi. PM Najib mengumumkan bahwa Deputi PM Muhyiddin Yassin telah diganti.

Ini dilakukan setelah wakil Najib itu mengkritik Najib terkait penanganan skandal yang melibatkan perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

3 Agustus 2015

Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) mengakui adanya dana sebesar 2,6 miliar ringgit atau setara Rp 9,1 triliun yang ditransfer ke sejumlah rekening pribadi PM Najib. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dana itu berasal dari kontribusi donatur.

Namun tidak disebut lebih lanjut oleh MACC, siapa saja donatur yang dimaksud. Juga mengapa atau untuk tujuan apa donasi sebesar itu ditransfer ke rekening pribadi PM Najib.

5 Agustus 2015

Kepolisian Malaysia mendapat surat perintah penangkapan untuk pendiri dan editor Sarawak Report, Clare Rewcastle-Brown setelah situs tersebut diblokir otoritas Malaysia karena kerap mengkritik pemerintahan Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Kritikan ini juga terkait dengan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

13 Agustus 2015

Bank Sentral Malaysia telah menyelesaikan penyelidikan skandal korupsi perusahaan investasi milik negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Bank (Sentral Malaysia) telah menyerahkan hasil penyelidikan kepada Jaksa Agung dengan rekomendasi tindakan penindakan yang tepat," tutur Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2015).

Lebih lanjut, Zeti menuturkan bahwa penyelidikan 1MDB dari pihaknya selesai pekan ini. Namun Zeti menyatakan, pihaknya tidak bisa mengungkapkan rincian hasil penyelidikan kepada publik.

29 Agustus 2015

Kemarahan warga memuncak. Demonstran anti PM Najib Razak membludak jumlah demonstran bertambah menjadi 50 ribu.

Dilansir dari situs berita Malaysia Kini, Sabtu (29/8/2015), jumlah demonstran di daerah Plaza Rakyat membludak. Para demonstran yang berkumpul membuat lautan kuning di lokasi. Mereka sepakat untuk meminta PM Najib mundur dari jabatannya. (rvk/ndr)


Berita Terkait