Dalam pertemuan Komite Nasional Demokrat, kandidat calon presiden unggulan Partai Demokrat itu mengecam para kandidat capres Partai Republik yang menentang pengetatan kepemilikan senjata api. Ditegaskan Hillary, langkah tersebut akan mengurangi kematian akibat senjata api di AS.
"Tak ada yang berdiri dan mengatakan apa yang kita semua tahu itu benar: Kita perlu menghentikan kekerasan bersenjata yang mengganggu komunitas kita," tutur Hillary yang disambut tepuk tangan hadirin seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (29/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS memiliki jumlah senjata api pribadi terbanyak di dunia. Angka kematian bersenjata per kapitanya juga paling buruk di dunia.
Setelah penembakan brutal yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa di sebuah Sekolah Dasar (SD) pada akhir 2012 lalu, para anggota parlemen dari Demokrat mengajukan RUU yang akan memperketat pemeriksaan latar belakang para pembeli senjata api. Namun RUU ini ditolak oleh Republik dan beberapa politikus Demokrat dari wilayah-wilayah yang cenderung konservatif.
Hillary menegaskan, dirinya tak akan menyerah. "Saya tahu politik sulit. Saya tahu beberapa akan mengangkat tangan mereka atau menyerah pada perjuangan," ujar Hillary.
"Tapi bukan saya. Saya tak akan berdiam diri sementara banyak orang-orang baik meninggal di wilayah Amerika. (ita/ita)











































