Penembakan Marak di AS, Hillary Clinton: Ada Sesuatu yang Sangat Salah!

Penembakan Marak di AS, Hillary Clinton: Ada Sesuatu yang Sangat Salah!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2015 13:58 WIB
Penembakan Marak di AS, Hillary Clinton: Ada Sesuatu yang Sangat Salah!
Foto: REUTERS/Shannon Stapleton
Washington, - Bakal calon presiden Amerika Serikat Hillary Clinton kembali menyerukan reformasi keselamatan senjata api di negeri itu. Dikatakan mantan Ibu Negara AS itu, penembakan dua jurnalis TV di Virginia saat siarang langsung, menunjukkan "ada yang sangat salah" di Amerika.

Dalam pertemuan Komite Nasional Demokrat, kandidat calon presiden unggulan Partai Demokrat itu mengecam para kandidat capres Partai Republik yang menentang pengetatan kepemilikan senjata api. Ditegaskan Hillary, langkah tersebut akan mengurangi kematian akibat senjata api di AS.

"Tak ada yang berdiri dan mengatakan apa yang kita semua tahu itu benar: Kita perlu menghentikan kekerasan bersenjata yang mengganggu komunitas kita," tutur Hillary yang disambut tepuk tangan hadirin seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (29/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah peristiwa-peristiwa mengerikan pada Rabu (26/8), dengan dua jurnalis tewas saat siaran langsung televisi, ditambah seorang polisi yang tewas di Louisiana, dan banyak lagi yang tewas dalam pembantaian yang sebagian besar luput dari perhatian di negara kita, saya tidak tahu bagaimana siapapun tidak bisa sampai pada kesimpulan bahwa ada sesuatu yang sangat salah," kata istri mantan presiden Bill Clinton itu.

AS memiliki jumlah senjata api pribadi terbanyak di dunia. Angka kematian bersenjata per kapitanya juga paling buruk di dunia.

Setelah penembakan brutal yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa di sebuah Sekolah Dasar (SD) pada akhir 2012 lalu, para anggota parlemen dari Demokrat mengajukan RUU yang akan memperketat pemeriksaan latar belakang para pembeli senjata api. Namun RUU ini ditolak oleh Republik dan beberapa politikus Demokrat dari wilayah-wilayah yang cenderung konservatif.

Hillary menegaskan, dirinya tak akan menyerah. "Saya tahu politik sulit. Saya tahu beberapa akan mengangkat tangan mereka atau menyerah pada perjuangan," ujar Hillary.

"Tapi bukan saya. Saya tak akan berdiam diri sementara banyak orang-orang baik meninggal di wilayah Amerika. (ita/ita)


Berita Terkait