Dua jurnalis Inggris dari kantor berita Vice News ditahan saat sedang meliput peristiwa bentrokan antara pasukan keamanan Turki dengan militan Kurdi di Distrik Baglar, Provinsi Diyarbakir. Keduanya ditahan oleh polisi anti-teroris Turki karena dituding tidak memiliki dokumen akreditasi pemerintah.
"Seorang wartawan Vice News, kameramen dan fixer (pembantu jurnalis asing-red) ditahan oleh polisi setempat tadi malam di Diyarbakir, Turki, saat melaporkan di wilayah tersebut. Vice News bekerjasama dengan pihak berwenang yang relevan untuk mengamankan pembebasan mereka segera," kata pihak Vice News dalam email pernyataannya seperti dilansir Reuters, Sabtu (29/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Turki Tenggara yang banyak didominasi oleh kelompok Kurdi. Sumber keamanan mengatakan 2 wartawan Inggris serta fixer tersebut memiliki komunikasi yang dekat dengan pemberontak dari Partai Buruh Kurdi atau Kurdistan Workers Party.
Seperti diketahui, gencatan senjata antara Turki dengan militan Kurdi pecah pada bulan Juli lalu setelah kelompok pemberontak Kurdi menembak 2 petugas kepolisian dari dekat hingga tewas. (elz/hri)











































