Pria berkaus biru itu terekam CCTV menendang tas plastik, yang diyakini berisi peledak, ke sungai pada Senin (17/8) malam. Ledakan bom ini terjadi pada Selasa (18/8), atau sehari setelah ledakan bom di kompleks Kuil Erawan, Bangkok.
Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menyatakan, surat perintah penangkapan ini dikeluarkan pengadilan berdasarkan rekaman CCTV tersebut. CCTV itu merekam kejadian di dermaga Sathorn, dekat jembatan Saphan Taksin, yang juga digunakan untuk stasiun skytrain setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat penangkapan itu, si tersangka dijerat dakwaan kepemilikan bahan peledak tanpa izin, meledakkan bom yang bisa membahayakan orang lain dan percobaan pembunuhan. Meskipun ledakan bom pada Selasa (18/8) itu tidak memicu korban.
Kepolisian Thailand belum bisa memastikan apakah kedua insiden peledakan bom itu terkait atau tidak. Polisi juga hanya memiliki sedikit petunjuk soal pelaku di balik ledakan tersebut, sama seperti penyelidikan ledakan di kompleks Kuil Erawan yang menewaskan 21 orang. Hingga kini, polisi masih fokus mengejar tersangka utama yang diyakini sebagai pria berkaus kuning dalam rekaman CCTV.
Masalahnya, rekaman CCTV yang didapat polisi tidak menunjukkan gambar tersangka yang begitu jelas dan agak kabur. Untuk perburuan tersangka ledakan di dermaga Sathorn ini, kepolisian Thailand tidak akan merilis sketsa wajah tersangka, seperti halnya perburuan tersangka ledakan bom di Kuil Erawan.
"Kami kemungkinan besar tidak akan membuat sketsa tersangka, karena wajah tersangka tidak terlalu jelas," ucap Thavornsiri. (nvc/ita)











































