Peringatan 10 Tahun Usai Badai Katrina, Obama Kunjungi New Orleans

Peringatan 10 Tahun Usai Badai Katrina, Obama Kunjungi New Orleans

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 28 Agu 2015 09:51 WIB
Peringatan 10 Tahun Usai Badai Katrina, Obama Kunjungi New Orleans
Foto: REUTERS/Carlos Barria
New Orleans - Pekan ini, wilayah New Orleans, Amerika Serikat memperingati 10 tahun usai tragedi badai Katrina yang menghancurkan kota tersebut. Presiden Barack Obama mengunjungi New Orleans untuk memberikan penghormatannya.

"Kalian menginspirasi saya," tutur Obama kepada masyarakat New Orleans, seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2015).

Obama mendatangi rumah-rumah warga yang sudah dibangun kembali dan berbicara dengan mereka. Kunjungan ini merupakan kunjungan ke-9 yang dilakukan Obama ke New Orleans, negara bagian Louisiana. Tahun 2005 lalu, kota ini menjadi fokus pemberitaan dunia setelah dilanda banjir besar yang dipicu Badai Katrina, ditambah lambatnya penanganan pemerintah AS saat itu. Selang satu dekade kemudian situasi berangsur normal di kota ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kota ini bergerak ke arah yang benar dan saya tidak pernah merasa seyakin ini, bahwa dengan bersama-sama kita akan mencapai tujuan kita," ucap Obama di hadapan sekitar 600 warga New Orelans di pusat komunitas di Lower Ninth Ward.

"New Orleans telah kembali menjadi lebih baik dan lebih kuat," tegasnya.

Satu dekade lalu, badai Katrina menghancurkan bendungan dan memicu banjir yang merendam 80 persen wilayah New Orleans. Yang lebih menyedihkan, para korban harus menunggu hingga berhari-hari di atas atap rumah mereka sebelum bantuan pemerintah datang.

Lebih 1.800 orang tewas akibat badai ini, sebagian besar korban tewas berasal dari New Orleans. Badai ini juga melanda wilayah lain yang ada di sekitar Louisiana. Namun New Orleans merupakan wilayah yang terkena dampak paling parah. Sekitar 1 juta orang kehilangan rumahnya akibat badai ini.

Obama menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di New Orleans, terutama untuk mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan. "Seperti area ini yang hancur akibat badai. Sekarang, hanya karena rumah-rumahnya sudah bagus, tidak berarti pekerjaan kita sudah selesai," sebut Obama. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads