"Sejauh ini kami telah menemukan 30 jenazah dan menyelamatkan lusinan orang. Namun lusinan lainnya masih hilang setelah kapal yang membawa 200 migran tenggelam di (bagian barat) Zuwara," ucap pihak pengawas pantai seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2015).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (27/8/2015) ketika para migran yang sebagian besar asli dari Afrika itu menumpang kapal. Pihak berwenang menyebut upaya penyelamatan masih dilakukan namun akan lebih diintensifkan pada Jumat pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tenggelamnya kapal itu terjadi setelah sehari sebelumnya 55 mayat ditemukan pada 3 kapal yang kelebihan muatan. 53 di antaranya ditemukan tertahan pada sebuah kapal kayu di lepas pantai Libya.
Penyelundup manusia mengambil keuntungan dari kerusuhan di Libya sejak 2011. Kerusuhan itu meningkat ketika diktator Moamer Kadhafi meningkatkan bisnisnya.
Namun persimpangan Mediterania adalah daerah berbahaya. Lebih dari 2.300 migran dan pengungsi yang tewas ketika mencoba menyeberang ke Eropa di tahun ini. (dhn/dhn)










































