Dilaporkan organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir Reuters, Kamis (27/8/2015), bahwa ISIS berhasil merebut sedikitnya lima desa dari pemberontak Suriah. Dua desa di antaranya terletak dekat dengan perbatasan Turki.
Menurut Observatory, ISIS telah mengumumkan keberhasilannya merebut tiga desa di wilayah Suriah bagian utara. ISIS juga menyebut para anggotanya berhasil mengepung kota Marea, yang dikuasai pemberontak Suriah. Marea hanya berjarak 20 kilometer dari perbatasan Turki.
Desa-desa yang dikuasai ISIS ini termasuk dua desa yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok pemberontak Nusra Front yang terkait Al-Qaeda. Kelompok ini kemudian menyerahkan dua desa ini kepada kelompok pemberontak Suriah lainnya.
Di wilayah yang sama, Turki dan Amerika Serikat berencana membentuk kelompok baru untuk melawan ISIS. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menuturkan kepada Reuters, bahwa dua sekutu NATO akan meluncurkan serangan udara di wilayah tersebut untuk mengusir ISIS dari dekat wilayah perbatasan Turki.
Awal bulan ini, Nusra Front yang juga musuh ISIS, menyatakan akan mundur dari wilayah-wilayah yang menjadi lokasi Turki mendirikan zona netral. (nvc/nwk)











































