Belanda Rilis Laporan Akhir Tragedi MH17 pada Oktober

Belanda Rilis Laporan Akhir Tragedi MH17 pada Oktober

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 18:22 WIB
Belanda Rilis Laporan Akhir Tragedi MH17 pada Oktober
Puing-puing MH17 (Reuters/Maxim Shemetov)
Amsterdam - Penyelidikan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 telah mencapai tahap penyelesaian. Rencananya, laporan akhir soal MH17 akan dirilis ke publik pada 13 Oktober mendatang.

"Badan Keselamatan Belanda telah memberitahukan kepada keluarga korban dan perwakilan resmi dalam penyelidikan, bahwa kami akan mempublikasi laporan akhir penyelidikan MH17 pada 13 Oktober," demikian bunyi pernyataan Badan Keselamatan Belanda, seperti dilansir Reuters, Kamis (27/8/2015).

Belanda memimpin penyelidikan MH17 sejak Juli 2014 lalu. Laporan awal menyebut, pesawat jenis Boeing 777 ini dihantam objek berkekuatan tinggi. Namun belum bisa dipastikan objek yang dimaksud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan kuat menyebut, MH17 jatuh akibat ditembak rudal darat-ke-udara saat melintasi wilayah Ukraina bagian timur. Saat kejadian, wilayah tersebut sedang dilanda konflik, yang melibatkan separatis pro-Rusia dengan tentara Ukraina. Pelaku di balik insiden ini masih misterius.

Namun sempat muncul aksi saling tuding antara Ukraina dengan Rusia. Ukraina meyakini rudal tersebut ditembakkan oleh separatis pro-Rusia yang mendapat suplai senjata dari Rusia. Sedangkan Rusia menuding tentara Ukraina yang menembakkan rudal tersebut.

Pada awal Agustus lalu, Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda mengaku tengah menyelidiki beberapa potongan logam yang diduga berasal dari rudal darat-ke-udara jenis Buk. Potongan logam itu ditemukan di wilayah Ukraina bagian timur, yang menjadi lokasi jatuhnya MH17.

Temuan potongan logam ini kemudian disebut-sebut oleh beberapa media Barat sebagai indikasi keterlibatan rudal milik Rusia dalam jatuhnya MH17. Namun media Rusia, RT menolak anggapan beberapa media soal potongan rudal itu milik Rusia.

Dengan mengutip juru bicara JIT, Wim de Bruin, RT ingin menekankan bahwa belum ada kepastian potongan logam itu milik Rusia. Dalam wawancara dengan RT, Bruin juga menjelaskan prosedur panjang yang harus dilakukan untuk memeriksa asal potongan logam tersebut. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads