Jurnalis AS Ditembak Saat Siaran Langsung, Perasaan Ayahnya Campur Aduk

Jurnalis AS Ditembak Saat Siaran Langsung, Perasaan Ayahnya Campur Aduk

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 16:23 WIB
Jurnalis AS Ditembak Saat Siaran Langsung, Perasaan Ayahnya Campur Aduk
Alison Parker dan kekasihnya Chris Hurst (dok. Twitter)
Virginia - Sungguh tak bisa dibayangkan kesedihan yang dirasakan ayah jurnalis televisi Amerika Serikat, Alison Parker yang ditembak mati mantan rekannya. Putrinya yang berusia 24 tahun ditembak mati saat siaran langsung yang disaksikan banyak orang.

"Alison merupakan cahaya kami, dan cahaya itu dipadamkan oleh orang gila dengan senjata. Dia unggul dalam setiap hal yang dia kerjakan dan dicintai oleh setiap orang yang mengenalnya," ucap ayah Alison, Andy Parker dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Kamis (27/8/2015).

"Dia menyayangi kami dengan tulus dan kami selalu berkomunikasi dengannya setiap hari. Tidak mendengar suaranya lagi menghancurkan jiwa saya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andy Parker dan istrinya memang biasa berkomunikasi dengan putrinya setiap hari. Alison memang sering membahas soal materi siarannya di WDBJ7 dengan sang ayah. Namun pada Rabu (26/8) pagi, sang putri tidak meneleponnya.

Andy malah menerima pesan dari rekan kerja putrinya, yang isinya mengabarkan peristiwa mengerikan tersebut. Andy dan istrinya pun menyadari bahwa anaknya yang menjadi cahaya hidup mereka telah pergi, bersama dengan kamerawan WDBJ7, Adam Ward saat siaran langsung. Andy juga tahu pelaku pembunuh putrinya ialah mantan rekan kerja putrinya, Vester Lee Flanagan atau yang dikenal sebagai Bryce Williams.

"Perasaan saya campur aduk, antara terkejut dan sedih. Saya terlalu banyak menahan perasaan, saya menangis sepanjang hari. Rasanya seperti hilang dan kembali, dan sekarang seperti... kemarahan mulai muncul, karena ini tidak seharusnya terjadi. Ini tidak seharusnya terjadi pada seseorang seperti Alison," ujar Andy dalam wawancara dengan media AS lainnya, Fox News seperti dilansir ABC News.

Lebih lanjut, Andy menyebut dirinya telah berbicara dengan Gubernur Virginia Terry McAuliffe usai tragedi yang merenggut putrinya. Menurutnya, McAuliffe sangat mendukung langkah pengendalian kepemilikan senjata api seperti yang diutarakan Andy.

"Saya harus melakukan sesuatu ... apapun yang terjadi," tandasnya. (nvc/ita)


Berita Terkait