Curhat Pelaku Penembak Jurnalis TV, Dikatai Monyet dan Pemalas

Curhat Pelaku Penembak Jurnalis TV, Dikatai Monyet dan Pemalas

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Kamis, 27 Agu 2015 08:04 WIB
Curhat Pelaku Penembak Jurnalis TV, Dikatai Monyet dan Pemalas
Foto: Dok. CNN
Virginia - Meski polisi negara bagian Virginia masih mendalami penembakan yang menewaskan dua jurnalis TV WDBJ7, Alison Parker (24) dan juru kamera Adam Ward (27), namun sedikit demi sedikit motif mulai terkuak. Diduga kuat masa lalu Vester Flanagan alias Bryce Williams (41) yang mengalami diskriminasi ras membuatnya 'hilang akal' dan menembak dua jurnalis yang sedang siaran langsung.

Flanagan sempat mengirim faks sebanyak 23 halaman ke kantor berita ABC News membagi cerita yang sedikit banyak menjadi motif di menembak. Salah satu alasan yang dia kemukakan yaitu sakit hati dikatai 'monyet' oleh salah seorang produser di stasiun televisi Tallahassee, WTWC pada tahun 2000.

Flanagan pun menggugat perusahaan televisi yang berpusat di Florida itu di pengadilan federal. Dia menuduh tempatnya bekerja itu telah mendiskriminasinya karena berkulit hitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Flanagan mengatakan dirinya disebut 'monyet' oleh salah satu produser di stasiun Tallahassee, WTWC. Dia juga mengatakan seorang supervisor di stasiun itu menyebut orang berkulit hitam itu pemalas," tulis Reuters, Kamis (27/8/2015).

Selain itu, motif lain yang memicunya adalah aksi penembakan massal gereja berkulit hitam di Cherleston, Carolina Selatan pada 17 Juni lalu. Dalam kejadian kala itu, 9 orang tewas akibat amukan pria berkulit putih.

Kejadian lainnya adalah penembakan di SMA Colorado Columbine tahun 1999 lalu dan Virginia Tech University pada tahun 2007. Diduga pria lulusan San Francisco University tahun 1995 tersebut juga mengalami diskriminasi rasial, pelecehan seksual dan kekerasan (bullying) di tempat bekerja.

Mengenai apa alasan Flanagan menembak dua jurnalis yang tengah siaran langsung, Alison dan Ward, Presiden dan General Manager WDBJ7 Jeff Marks mengaku tidak tahu. Hal ini disampaikan Marks saat diwawancara CNN.

"Kenapa mereka (Parker dan Ward) yang menjadi target, bukan saya atau orang lain di manajemen? Saya tak bisa katakan betapa mereka berdua disayangi (oleh stasiun televisi kami)," kata Marks.

Sekadar diketahui juga, Flanagan sempat bekerja di stasiun televisi WDBJ7 namun dipecat sekitar 2 tahun yang lalu. Tidak disebutkan dengan jelas  apa alasan dibaliknya ke publik. Setelah tidak lagi bekerja di sana, pihak kepolisian meyakini Flanangan masih tinggal di wilayah tersebut. (aws/mpr)


Berita Terkait