Dilansir Reuters, Kamis (27/8/2015) Flanagan sempat mengirim fax sebanyak 23 halaman ke kantor berita ABC News tepat 2 jam setelah aksi penembakan terhadap jurnalis Alison Parker (24) dan juru kamera Adam Ward (27). Dalam faks tersebut Flanagan mengungkapkan serangan itu dipicu oleh aksi penembakan massal gereja berkulit hitam di Cherleston, Carolina Selatan pada 17 Juni lalu.
Dalam kejadian kala itu, 9 orang tewas akibat amukan pria berkulit putih. Selain itu juga kejadian penembakan di SMA Colorado Columbine tahun 1999 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penembakan di gereja itu menjadi titik kritis, tapi kemarahan saya terus tumbuh," tulis Flagan dalam fax yang dikirim ke ABC News.
"Saya sudah menjadi manusia dalam tong bubuk yang menunggu waktu untuk BOOM! (meledak)," sambungnya.
Selain itu, Flanagan juga mengunggah video berisi rekamannya saat menodongkan senjata ke arah Alison dan Ward saat sesi wawancara dengan Direktur Eksekutif Smith Mountain Lake Vicki Gardner di ruang terbuka pusat perbelanjaan Bridgewater Plaza dekat Danau Smith Mountain, Moneta, Bedford County, Virginia berlangsung. Namun video tersebut langsung dihapus beberapa saat kemudian oleh pihak otoritas.
Sesaat setelah penembakan dua jurnalis TV itu, Flanagan sempat kabur dengan mobil sewaannya. Polisi negara bagian Virginia sempat meminta tersangka untuk berhenti, namun diabaikannya dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Beberapa menit kemudian, kendaraan itu oleng dan kecelakaan. Flanagan pun kemudian ditemukan polisi dalam keadaan luka tembak. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Inova Fairfax dekat Washington, namun nyawanya tidak lagi terselamatkan.
Sekadar diketahui, Flanagan sempat bekerja di stasiun televisi WDBJ7 namun dipecat sekitar 2 tahun yang lalu. Tidak disebutkan dengan jelasย apa alasan dibaliknya ke publik. Setelah tidak lagi bekerja di sana, pihak kepolisian meyakini Flanangan masih tinggal di wilayah tersebut. (aws/mpr)











































