Seperti dilansir Reuters, Rabu (26/8/2015), Lembaga Pengawas Gratifikasi pada Partai Komunis China memulai penyelidikan terhadap pejabat bernama Yang Dongliang ini sejak pekan lalu, setelah ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan industri Tianjin. Total 139 orang tewas dalam ledakan itu, sedangkan 34 orang lainnya masih hilang.
Dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua, mengutip pernyataan Departemen Organisasi Partai bahwa keputusan yang diambil adalah mencopot Yang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Keselamatan Kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dilakukan Yang. Dalam beberapa kasus, otoritas China langsung memecat pejabat yang dinyatakan terjerat korupsi.
Otoritas China memang tidak secara jelas mengaitkan kasus Yang dengan insiden ledakan Tianjin. Namun diketahui bahwa perusahaan yang mengoperasikan gudang penyimpan bahan kimia yang meledak, ternyata tidak memiliki izin dari pemerintah selama lebih dari setahun sebelum ledakan.
Sebelum menjabat Kepala Badan Nasional Keselamatan Kerja, Yang diketahui menjabat Wakil Walikota Tianjin hingga tahun 2012. (nvc/nrl)










































