Tersangka Bom Bangkok Bicara Bahasa Thailand dengan Logat Asing

Tersangka Bom Bangkok Bicara Bahasa Thailand dengan Logat Asing

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Agu 2015 15:22 WIB
Tersangka Bom Bangkok Bicara Bahasa Thailand dengan Logat Asing
Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom
Bangkok - Informasi baru muncul terkait pengejaran tersangka bom Bangkok. Pengemudi taksi motor yang sempat ditumpangi tersangka, menyebut tersangka berbicara bahasa Thailand dengan logat asing.

Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Rabu (26/8/2015), pengemudi taksi motor ini sempat berbicara kepada wartawan sebelum diinterogasi polisi. Kepada wartawan, pengemudi taksi ini mengaku dirinya mengantarkan seorang pria berwajah seperti warga negara asing.

Pria itu menggunakan jasa taksi motor ini dari Rama IV Road dekat Sala Daeng, menuju ke sebuah lokasi dekat stasiun Hua Lamphong. Deskripsi yang diberikan oleh pengemudi taksi motor ini sesuai dengan ciri-ciri dalam sketsa wajah yang dirilis polisi Thailand, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia berbicara bahasa Thailand, tapi dengan logat asing. Saya pikir dia bukan warga Thailand. Dia pria yang sama dengan yang di rekaman (CCTV)," tutur pengemudi taksi yang enggan menyebut namanya karena takut keselamatannya terancam.

Pengemudi taksi motor ini memberikan keterangannya kepada Biro Kepolisian Metropolitan dan Kantor Forensik Polisi di markas pusat Kepolisian Nasional Thailand pada Selasa (25/8). Pengemudi ini tidak sadar jika polisi mencari dirinya sehingga dia baru mendatangi kantor polisi setelah ditelepon saudara perempuannya.

Tidak diketahui pasti apakah pengemudi taksi motor ini merupakan pengemudi taksi motor yang sama, yang sebelumnya pernah diinterogasi polisi. Dalam laporannya pada Kamis (20/8) lalu, CNN menyebut bahwa seorang pengemudi taksi motor bernama Kasem Pooksuwan mengaku mengantarkan tersangka bom Bangkok ke suatu lokasi, beberapa saat setelah ledakan terjadi pada Senin (17/8) malam.

Kepada CNN, Kasem menyebut pria yang diantarnya itu bukan warga Thailand dan sama sekali tidak berbicara dengannya sepanjang perjalanan. Pria itu, menurut Kasem, hanya menunjukkan selembar kertas bertuliskan nama taman kota di pusat Bangkok, dalam bahasa Inggris. Namun Kasem menyebut pria itu sempat menelepon seseorang di perjalanan dan berbicara dalam bahasa asing yang tidak familiar baginya. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads