Permintaan maaf itu disampaikan Obama dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pagi tadi waktu setempat. Demikian menurut juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/8/2015).
"Presiden Obama mengatakan dirinya sangat menyesalkan... seiring kasus ini menimbulkan perdebatan besar di Jepang," ujar Suga pada konferensi pers tanpa mengkonfirmasi klaim mata-mata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dalam percakapan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden, PM Abe juga menyampaikan keprihatinan jika klaim mata-mata ini benar.
Bulan lalu, situs WikiLeaks melaporkan soal praktek spionase selama bertahun-tahun oleh Badan Keamanan Nasional AS, NSA terhadap pejabat-pejabat dan perusahaan-perusaan besar Jepang.
Sebelumnya, pemerintah Prancis dan Jerman juga telah menyampaikan protes keras menyusul dugaan spionase yang dilakukan NSA terhadap pemerintah kedua negara Eropa itu. Soal spionase ini juga dibocorkan ke publik oleh WikiLeaks. (ita/ita)











































