Sikap Korsel yang melunak ini, setelah kedua negara sepakat meredakan ketegangan pada Selasa (25/8). Korsel kini tengah bersiap untuk membuka kembali jalur perundingan dengan Korut.
"Ketika pembicaraannya berlangsung, kami berpikir bahwa isu 24 Mei akan dibahas oleh Korut yang sangat tertarik dengan isu itu, dan saya pikir ini bisa ditangani melalui dialog," tutur juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Jeong Joon-hee seperti dilansir Reuters, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut telah membantah terlibat dalam serangan itu. Korut juga gencar menyerukan agar Korsel mencabut sanksi tersebut. Saat itu Korsel mendesak Korut meminta maaf atas serangan itu, sebagai syarat pencabutan sanksi. Namun Korut tidak pernah bersedia.
Dalam kesepakatan yang dicapai sesaat setelah tengah malam pada Selasa (25/8) waktu setempat, kedua negara sepakat untuk menggelar dialog membahas berbagai isu demi meningkatkan hubungan. (nvc/ita)











































