Penyiar Berita Diusir Keluar Saat Konferensi Pers Donald Trump

Penyiar Berita Diusir Keluar Saat Konferensi Pers Donald Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Agu 2015 12:13 WIB
Penyiar Berita Diusir Keluar Saat Konferensi Pers Donald Trump
Jorge Ramos saat berdebat dengan Donald Trump (REUTERS/Ben Brewer)
Iowa - Jorge Ramos, penyiar berita jaringan televisi Amerika Serikat berbahasa Spanyol, Univision diusir keluar saat konferensi pers bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ramos dikawal ke luar ruangan usai melontarkan pertanyaan saat bukan gilirannya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (26/8/2015), insiden ini terjadi saat Trump yang merupakan salah satu bakal capres AS dari Partai Republik menggelar konferensi pers di Dubuque, Iowa pada Selasa (25/8). Ramos nekat berusaha bertanya kepada Trump ketika pengusaha itu berulang kali menyuruhnya duduk.

Ketika Ramos menyatakan dirinya memiliki hak untuk bertanya, Trump berkata: "Tidak, Anda tidak berhak. Anda belum dipanggil. Kembali ke Univision."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Ramos tidak mempedulikan perkataan Trump dan malah terus bertanya, ketika Trump memberikan kesempatan bagi wartawan lain untuk bertanya. Seorang petugas keamanan kemudian mengawal Ramos keluar dari ruangan konferensi pers.

"Saya tidak tahu banyak tentangnya. Saya tidak yakin saya pernah bertemu dengannya kecuali ketika dia mulai berteriak dan saya tidak mengawalnya keluar. Anda mungkin harus bertanya kepada petugas keamanan," jawab Trump saat ditanya soal insiden itu dalam konferensi pers.

Miliarder beken AS itu mengaku tidak keberatan jika Ramos kembali ke dalam ruangan, sembari berkata: "Jelas dia tidak ditunjuk ... dia hanya berdiri sendiri dan mulai berteriak, jadi mungkin itu kesalahan dia. Dia jelas orang yang emosional."

Setelah diperbolehkan masuk kembali ke ruangan konferensi pers, Ramos akhirnya mendapat kesempatan untuk mencecar Trump soal isu imigran. Selama ini Ramos dikenal kritis terhadap posisi Trump soal imigran ilegal di AS. Trump sendiri menyatakan akan mendeportasi seluruh imigran yang tidak memiliki dokumen resmi, jika dia terpilih sebagai Presiden AS dalam Pemilu 2016 mendatang. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini