Disampaikan Kementerian Dalam Negeri Spanyol, seperti dilansir CNN, Selasa (25/8/2015), penangkapan para tersangka ini merupakan bagian dari operasi gabungan antara Spanyol dan Maroko. Tidak disebut lebih jelas identitas para tersangka.
Para tersangka ditangkap di pinggiran Madrid dan juga di beberapa lokasi di Maroko, seperti Fez, Casablanca, Nador, Al Hoceima dan Driouech. Mereka yang ditangkap ini dituding terlibat jaringan yang melakukan perekrutan dan pengiriman pelaku jihad asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Dalam Negeri Spanyol tidak menjelaskan lebih lanjut soal kronologi penangkapan. Hanya disebut bahwa penyelidikan atas kasus ini masih terus berlangsung.
Operasi penangkapan ini terjadi selang beberapa hari setelah insiden penyerangan di dalam kereta peluru Prancis. Pelaku yang berasal dari Maroko membawa senapan Kalashnikov, sebuah pistol dan juga silet ke dalam kereta. Untungnya, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh beberapa penumpang yang di antaranya merupakan personel militer AS yang sedang berlibur.
Spanyol dan negara-negara lain di Eropa maupun Afrika Utara menyadari risiko bergabungnya warga mereka dengan militan di luar negeri dan kemudian pulang ke negara asal untuk melakukan serangan teror. (nvc/nrl)











































