Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Selasa (25/8/2014), Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Somyot Poompunmuang menyebutkan, 15 kamera dari total 20 kamera CCTV yang terpasang mulai dari persimpangan jalan Ratchaprasong hingga Silom, dalam keadaan rusak.
Rute tersebut merupakan rute kaburnya tersangka utama bom Bangkok yang terekam CCTV sebagai pria berkaos kuning. Somyot menuturkan, rekaman gambar yang didapat hanya dari 5 kamera CCTV yang berfungsi, tidak mampu memberikan gambaran penuh kronologi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamera-kamera CCTV yang terpasang di jalanan Bangkok dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA). Pihak BMA sendiri menolak untuk mengkonfirmasi apakah benar 15 kamera CCTV yang ada di sepanjang rute kabur tersangka bom Bangkok, dalam keadaan rusak.
Somyot mengakui polisi kehilangan beberapa bukti visual penting, sehingga polisi perlu memperluas ruang lingkup penyelidikan. Ditambahkan Somyot, kamera CCTV milik Dusit Thani Hotel merekam gerak-gerik tersangka utama, yang terlihat bergerak ke arah stasiun Hua Lamphong.
Kepolisian setempat, pekan lalu, merilis sketsa wajah tersangka utama yang terekam CCTV meninggalkan ransel di kompleks Kuil Erawan sekitar 15 menit sebelum ledakan terjadi. Tersangka terlihat meninggalkan lokasi dengan taksi motor menuju ke Silom. Dari Silom, sumber kepolisian setempat menyebut, tersangka menumpang taksi motor lainnya ke lokasi lain. Polisi telah menginterogasi sekitar 15 sopir taksi yang kendaraannya terekam CCTV di lokasi.
Biro Kepolisian Metropolitan Bangkok (MPB) mengaku kesulitan mencari tahu apakah tersangka masih ada di Thailand. Laporan terbaru menyebut, tersangka masuk ke rumah sakit Chulalongkorn Hospital untuk berganti baju dan kemudian kabur ke Malaysia. Belum ada konfirmasi dari polisi Thailand terkait laporan ini. (nvc/ita)











































