Dengan alasan demi keamanan operasional, Sekretaris Angkatan Udara AS, Deborah Lee James tidak menyebutkan kapan atau kemana jet-jet tempur F-22 tersebut akan dikirimkan. James juga tidak bersedia menyebutkan berapa banyak pesawat yang akan dikerahkan.
Namun dikatakan James seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/8/2015), pengerahan jet tempur ini dilakukan atas permintaan para komandan NATO di wilayah tersebut. Ditambahkan pejabat tersebut, para pilot F-22 juga akan melatih para pilot mitra NATO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angkatan Udara AS memiliki sekitar 180 unit F-22, yang mulai beroperasi pada tahun 2005. Pesawat-pesawat tempur ini juga digunakan dalam serangan udara koalisi internasional terhadap kelompok radikal ISIS di Irak dan Suriah.
(ita/ita)











































