Sekjen PBB Sambut Baik Kesepakatan Korut dan Korsel

Sekjen PBB Sambut Baik Kesepakatan Korut dan Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 25 Agu 2015 10:16 WIB
Sekjen PBB Sambut Baik Kesepakatan Korut dan Korsel
Pejabat militer Korut Hwang Pyong-so (kiri) berjabat tangan dengan penasihat keamanan nasional Presiden Korsel Kim Kwan Jin (kanan) (REUTERS/the Unification Ministry/Yonhap)
New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyambut baik kesepakatan antara Korea Utara dengan Korea Selatan untuk meredakan ketegangan militer. Sekjen Ban berharap kesepakatan ini bisa memicu dimulainya kembali perundingan program nuklir Korut yang terhenti.

"Saya menyambut baik kabar kesepakatan yang tercapai antara Republik Korea (Korsel) dan Republik Demokratis Rakyat Korea (Korut) hari ini," ucap Sekjen Ban dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita resmi Korsel, Yonhap, Selasa (25/8/2015).

"Secara khusus, saya sangat mengapresiasi kesepakatan untuk menggelar dialog inter-Korea, dan berharap agar ini bisa menjadi mekanisme yang efektif dalam menyelesaikan setiap masalah yang mungkin muncul di Semenanjung Korea," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendorong langkah-langkah kemanusiaan seperti reuni keluarga-keluarga yang terpisah untuk digelar secara rutin tanpa menjadi perlu ada pertimbangan politik dan keamanan. Ke depannya, saya berharap agar hal ini bisa menjadi momentum bagi dialog inter-Korea yang akan memicu dimulainya kembali perundingan membahas isu nuklir," cetus Sekjen Ban.

Sekjen Ban menekankan, agar kesepakatan ini diterapkan secara penuh demi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea. Mantan Menteri Luar Negeri Korsel ini mengaku siap mendukung kerja sama antara kedua negara.

Pada Selasa (25/8) ini, Korut dan Korsel akhirnya mencapai kesepakatan setelah menggelar dialog maraton sejak Sabtu (22/8). Korsel akhirnya bersedia menghentikan siaran propaganda anti-Korut, setelah Korut menyatakan penyesalannya atas dua tentara Korsel yang luka-luka akibat ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, kedua negara juga sepakat untuk menggelar lebih banyak dialog antar pemerintah demi memajukan hubungan inter-Korea. Kemudian juga sepakat menggelar reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea. Rencananya reuni ini akan digelar pada liburan musim gugur mendatang. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads