Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2015), ledakan bom ini terjadi di wilayah Baheira, Provinsi Nile Delta, yang berjarak sekitar 260 kilometer dari ibukota Kairo. Polisi-polisi yang ada di dalam bus sipil itu tengah dalam perjalanan ke tempat kerja.
"Dua polisi tewas dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua orang mengalami luka serius," tutur juru bicara Kementerian Kesehatan setempat, Hossam Abdel Ghaffar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar serangan mereka terjadi di wilayah Semenanjung Sinai, yang menjadi markas militan bernama Sinai Province ini. Namun terkadang serangan bom juga dilakukan di kota-kota lain termasuk ibukota Kairo.
Dalam keterangannya, militan ini terang-terangan menyatakan serangan mereka merupakan balasan atas operasi besar-besaran otoritas Mesir terhadap pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, beberapa tahun terakhir. Ratusan orang tewas dan ribuan orang lainnya dipenjara dalam operasi tersebut.
Pekan lalu, militan ini mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil yang mengguncang gedung kepolisian di Kairo, yang menewaskan 29 orang, termasuk 6 polisi. Kemudian pada Juli lalu, militan yang sama juga mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom di kantor Konsulat Italia di Kairo yang menewaskan seorang pejalan kaki. (nvc/ita)











































