Ledakan Bom Guncang Mesir, 2 Polisi Tewas dan 24 Orang Luka-luka

Ledakan Bom Guncang Mesir, 2 Polisi Tewas dan 24 Orang Luka-luka

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 16:30 WIB
Ledakan Bom Guncang Mesir, 2 Polisi Tewas dan 24 Orang Luka-luka
Ilustrasi
Kairo - Ledakan bom mengguncang sebuah bus yang mengangkut sejumlah personel kepolisian Mesir. Sedikitnya dua polisi tewas dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan ini.

Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2015), ledakan bom ini terjadi di wilayah Baheira, Provinsi Nile Delta, yang berjarak sekitar 260 kilometer dari ibukota Kairo. Polisi-polisi yang ada di dalam bus sipil itu tengah dalam perjalanan ke tempat kerja.

"Dua polisi tewas dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua orang mengalami luka serius," tutur juru bicara Kementerian Kesehatan setempat, Hossam Abdel Ghaffar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Tapi militan setempat yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kerap melancarkan serangan teror terhadap personel militer dan kepolisian Mesir, sejak beberapa waktu terakhir.

Sebagian besar serangan mereka terjadi di wilayah Semenanjung Sinai, yang menjadi markas militan bernama Sinai Province ini. Namun terkadang serangan bom juga dilakukan di kota-kota lain termasuk ibukota Kairo.

Dalam keterangannya, militan ini terang-terangan menyatakan serangan mereka merupakan balasan atas operasi besar-besaran otoritas Mesir terhadap pendukung presiden terguling Mohamed Morsi, beberapa tahun terakhir. Ratusan orang tewas dan ribuan orang lainnya dipenjara dalam operasi tersebut.

Pekan lalu, militan ini mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil yang mengguncang gedung kepolisian di Kairo, yang menewaskan 29 orang, termasuk 6 polisi. Kemudian pada Juli lalu, militan yang sama juga mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom di kantor Konsulat Italia di Kairo yang menewaskan seorang pejalan kaki. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads