Sejauh ini, bukti utama yang didapat polisi adalah rekaman kamera keamanan atau CCTV saat ledakan terjadi pada 17 Agustus lalu. Rekaman CCTV menunjukkan tersangka utama yang meninggalkan ransel di lokasi kejadian dan kabur.
Pria muda berkaos kuning dan berambut gelap itu juga terekam CCTV meninggalkan lokasi kejadian dengan taksi motor. Namun setelah itu, sebut polisi Thailand, hanya ada sedikit informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari setelah ledakan terjadi, otoritas Thailand memberikan keterangan yang saling kontradiksi soal ciri-ciri tersangka, soal jumlah komplotan tersangka, dan juga soal keterlibatan terorisme asing.
"Anda ingin kebenaran? Kami tidak tahu apakah tersangka masih ada di Thailand, tapi saya perkirakan dia masih (ada di Thailand) karena kami tidak mendapat informasi bahwa dia sudah pergi (ke luar negeri)," ucap Somyot.
Otoritas Thailand meyakini serangan bom yang menewaskan 21 orang ini, ditujukan untuk merusak perekonomian dengan mengganggu sektor pariwisata. Kuil Erawan yang dilanda ledakan merupakan lokasi wisata yang kerap didatangi turis asing, terutama dari China dan Asia Tenggara. (nvc/ita)











































