Prancis Beri Penghargaan 4 Pria Terkait Serangan di Kereta Peluru

Prancis Beri Penghargaan 4 Pria Terkait Serangan di Kereta Peluru

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 14:28 WIB
Prancis Beri Penghargaan 4 Pria Terkait Serangan di Kereta Peluru
Urut dari kiri ke kanan: Anthony Sadler, Spencer Stone, Dubes AS untuk Prancis Jane Hartley dan Alek Skarlatos (REUTERS/Regis Duvignau)
Paris - Presiden Prancis Francois Hollande akan memberikan penghargaan kepada tiga warga negara Amerika Serikat dan seorang warga negara Inggris. Keempatnya akan diberi penghargaan tertinggi karena telah membantu mengamankan pria bersenjata di dalam kereta peluru Prancis.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2015), penghargaan tertinggi di Prancis, Legion d'honneur akan diserahkan secara langsung oleh Presiden Hollande ketika mereka bertemu pada Senin (24/8) pagi waktu setempat. Mereka yang mendapat penghargaan ialah tiga warga negara AS,yakni Spencer Stone (23), Alek Skarlatos (22) dan Anthony Sadler (22) bersama Chris Norman (62), seorang konsultan asal Inggris yang tinggal di Prancis.

Stone yang personel Angkatan Udara AS ini, tengah berlibur bersama dua rekannya, Skarlatos yang juga personel Garda Nasional AS dan Sadler yang berstatus mahasiswa, dengan menumpang kereta rute Amsterdam-Paris. Ketiganya merayakan kepulangan Skarlatos dari tugasnya di Afghanistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Jumat (21/8), mereka tidak memiliki pilihan lain ketika melihat keberadaan pria bersenjata di dalam kereta. Stone mengaku mencekik pelaku, sedangkan Skarlatos memukul pelaku di bagian kepala dengan senapan yang dibawa pelaku. Pelatihan militer yang didapatkan Stone dan Skarlatos berperan banyak dalam pengamanan pelaku yang diidentifikasi sebagai Ayoub el Khazzani (26) asal Maroko.

Sadler juga ikut membantu kedua temannya. Mereka memeriksa seluruh gerbong kereta untuk memastikan tidak ada pria bersenjata lainnya. Disebutkan juga oleh salah satu rombongan Presiden Hollande, bahwa Stone juga menyelamatkan nyawa salah satu penumpang kereta yang terluka akibat ulah pelaku. Hal ini dilakukan Stone saat dirinya sendiri terluka parah akibat serangan pelaku.

"Saya mendatanginya dan melihat darah mengucur deras dari sisi kiri atau kanan lehernya. Saya awalnya ingin menggunakan kaos saya, tapi kemudian saya menyadari itu tidak akan berhasil, jadi saya menancapkan dua jari saya ke lubang luka, menemukan apa yang saya pikir sebagai arteri, menekannya dan pendarahannya berhenti," tutur Stone dalam konferensi pers, dengan bekas luka sobek di atas matanya dan tangan kirinya diperban.

Stone menahan posisi itu hingga paramedis tiba. Kini, pria yang ditolong Stone masih menjalani perawatan di rumah sakit. Duta Besar AS untuk Prancis, Jane Hartley menyatakan, pria itu dalam kondisi baik di rumah sakit.

Dalam pernyataannya, Stone menyebut seorang pria Prancis yang tidak disebut namanya, juga layak mendapat apresiasi karena pria itu yang pertama kali berusaha menghentikan pelaku. Stone berterima kasih kepada dokter yang berhasil menyambung ibu jarinya yang nyaris putus terkena serangan pelaku. (nvc/ita)


Berita Terkait