Sroeun Nann ditangkap pada Maret lalu setelah menyiramkan air keras ke Meas Vanny, yang bekerja sebagai petugas keamanan. Di persidangan, Sroeun Nann (40) mengakui perbuatannya terhadap wanita berumur 20 tahun itu. Nann mengatakan, dirinya marah pada Vanny karena wanita muda itu menjalin affair dengan suaminya.
Vanny mengalami luka-luka bakar parah di sekujur tubuh dan wajahnya akibat siraman air keras tersebut. Dia meninggal di rumah sakit setelah dua minggu dirawat. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan air keras merupakan bentuk pembalasan yang umum di Kamboja. Cairan tersebut mudah didapat dan dijual dengan murah di negeri itu. Terlebih lagi, para pelaku serangan air keras ini jarang yang dibawa ke meja hijau.
Sebelumnya pada Juni lalu, seorang wanita berumur 25 tahun ditangkap di ibukota Phnom Penh karena menyiramkan air keras ke adik perempuannya yang berusia 17 tahun. Aksi ini dilakukan setelah wanita itu mengetahui korban menjalin hubungan cinta dengan suaminya. (ita/ita)











































