Dialog Maraton dengan Korut, Korsel Bersikeras Korut Minta Maaf

Dialog Maraton dengan Korut, Korsel Bersikeras Korut Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2015 11:34 WIB
Dialog Maraton dengan Korut, Korsel Bersikeras Korut Minta Maaf
Tentara Korsel di perbatasan (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul - Dialog antara Korea Utara dengan Korea Selatan untuk meredakan ketegangan kedua negara terus digelar secara maraton. Presiden Korsel Park Geun-hye kembali menegaskan keinginan agar Korut meminta maaf atas insiden ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2015), Presiden Park menyatakan, siaran propaganda anti-Korut melalui pengeras suara di perbatasan akan terus dilanjutkan, kecuali Korut bersedia mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ranjau di DMZ, awal bulan ini, yang melukai 2 tentara Korsel. Korut telah membantah terlibat ledakan ranjau itu.

Insiden ini semakin meningkatkan ketegangan kedua negara, hingga terjadi aksi saling tembak pada Kamis (20/8) lalu. Korut bahkan menyiagakan tentaranya di garis terdepan setelah mengancam akan berperang dengan Korsel, karena Korsel menolak menghentikan siaran propaganda anti-Korut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami membutuhkan permintaan maaf yang jelas dan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kembali provokasi dan meningkatnya ketegangan situasi," tegas Presiden Park dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Korsel.

"Sementara itu, pemerintah ini akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan melanjutkan siaran pengeras suara," imbuhnya.

Mulai dari PBB, Amerika Serikat dan China yang merupakan satu-satunya sekutu Korut telah menyerukan agar kedua pihak tetap tenang. Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok menuturkan, Korsel dan sekutunya AS tengah mengkaji kemungkinan keterlibatan aset militer AS jika Korut benar melancarkan aksi militer.

"Posisi kami pada tahap ini adalah untuk mencegah provokasi Korut. Tapi jika mereka terus melakukan provokasi, respons kami akan tanpa ampun dan mereka pasti akan menyesal," ucapnya.

Dialog yang digelar sejak Sabtu (22/8) lalu masih belum membuahkan kesepakatan antara kedua negara. Dialog ini digelar di perbatasan dengan dihadiri delegasi kedua negara. Delegasi Korsel terdiri atas penasihat nasional keamanan Presiden Park, Kim Kwang-jin dan Menteri Unifikasi Hong Yong-pyo. Sedangkan delegasi Korut diikuti oleh pejabat tinggi militer Korut, Hwang Pyong So dan veteran pejabat inter-Korea Kim Yang Gon.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads