Insiden ini berawal ketika kedua tentara AS yang sedang cuti itu mendengar suara senapan diisi di dalam salah satu toilet kereta yang mereka lewati. Keduanya menunggu pria bersenjata yang ada di dalam toilet itu keluar dan kemudian melumpuhkannya.
Suara tembakan terdengar ketika pelaku menyerang kedua tentara AS itu dengan pistol tangan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk salah satunya tentara AS yang berusaha melumpuhkan pelaku. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (22/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru kembali dari Afgahnistan bulan lalu, dan ini merupakan liburan saya sejak dari Afghanistan," ucap Skarlatos.
Pria bersenjata itu akhirnya ditangkap sekitar 10 menit kemudian, setelah kereta yang membawa 554 penumpang itu berhenti di stasiun Arras, Prancis. Disebutkan salah satu sumber kepolisian, bahwa pria itu membawa sebuah senapan Kalashnikov, sebuah pistol otomatis dan sebuah silet.
Disebutkan juga bahwa pelaku merupakan pria berusia 26 tahun yang berasal dari Maroko dan sudah dikenal oleh kalangan intelijen Prancis. Motif serangan ini belum diketahui pasti. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh tim antiterorisme Prancis.
Salah satu korban luka dilaporkan sebagai aktor Prancis, Jean-Hugues Anglade. Juru bicara operator kereta Prancis atau SNCF menyebut, Anglade mengalami luka ringan saat berusaha mengaktifkan alarm kereta.
Presiden Prancis, Francois Hollande menyatakan segala hal tengah dilakukan untuk menyelidiki insiden ini. Sedangkan Presiden AS Barack Obama memuji para penumpang yang berpikir cepat melumpuhkan pelaku.
"Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian dan tindakan cepat beberapa penumpang, termasuk personel militer AS, yang tanpa pamrih melumpuhkan penyerang. Aksi heroik ini telah mencegah tragedi yang lebih buruk," ucap salah satu pejabat Gedung Putih. (nvc/try)










































