Presiden AS ke-39 ini memberikan penjelasan soal penyakit yang dideritanya, secara langsung kepada media. Hal ini berbeda dari tradisi yang selama ini berlaku di AS. Carter yang kini berusia 90 tahun, hadir dalam konferensi pers di Carter Center, Atlanta dengan penuh senyum dan dia masih mampu berjalan sendiri.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/8/2015), Carter tetap tenang saat memberi penjelasan dan menjawab pertanyaan media. Beliau menjelaskan bahwa dokter mendeteksi keberadaan empat melanoma kecil di dalam otaknya. Dengan kondisi ini, Carter terpaksa mengurangi jadwal kegiatannya secara dramatis, karena harus menjalani perawatan medis setiap tiga minggu sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya siap untuk apapun dan mengharapkan petualangan baru. Saya sudah merasakan hidup yang memuaskan dan menyenangkan," imbuhnya. Dikatakannya, dirinya tidak merasa marah atau putus asa setelah mengetahui penyakit yang dideritanya.
Awal bulan ini, Carter menjalani operasi kanker lever dengan sukses. Namun hasil biopsi menunjukkan bahwa terdapat melanoma di lever Carter. Dalam penjelasannya, Carter menuturkan melanoma yang merupakan bentuk kanker kulit itu, diyakini terbentuk di bagian tubuh yang lain dan menyebar ke lever.
"Kemungkinan (kanker) muncul lagi di bagian tubuh saya yang lain," terangnya, tanpa menyebutkan lebih lanjut apakah dokter telah memberitahu sisa umurnya dengan menderita kanker otak.
Carter mengaku dirinya tidak merasa lebih lemah usai didiagnosis kanker. Melanoma bisa disembuhkan jika dilakukan perawatan sejak dini, namun semakin berbahaya begitu menyebar. Direktur Institut Kanker Winship Emory, Walter J Curran Jr yang juga hadir dalam konferensi pers menuturkan, pasien dengan melanoma yang telah menyebar tidak akan bisa disembuhkan.
"Tujuannya adalah pengendalian," ucap Curran. (nvc/ita)











































