Doa bersama umat lintas agama ini digelar di Kuil Erawan, Bangkok yang menjadi lokasi ledakan. Sejauh ini, ledakan yang terjadi pada Senin (17/8) telah menewaskan 21 orang, termasuk belasan warga negara asing termasuk satu WNI.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/8/2015), Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan dan Kepala Kepolisian Nasional Thailand Somyot Pumpanmuang hadir dalam doa bersama ini. Disebutkan ratusan orang hadir dalam upacara untuk mendoakan korban tewas maupun korban luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih belum memiliki informasi soal kelompok teroris internasional dan masih berpikir tidak ada keterkaitan dengan terorisme internasional," ucap Somyot kepada wartawan usai menghadiri doa bersama ini.
"Yang sudah jelas adalah serangan ini dimaksudkan untuk mendiskreditkan pemerintah, menghancurkan kepercayaan publik dan membuat turis ketakutan hingga tidak mengunjungi Thailand," imbuhnya.
Sejauh ini, satu-satunya bukti solid ialah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria muda yang diduga sengaja meninggalkan ransel berisi bom di kompleks Kuil Erawan, pada Senin (17/8) malam. Otoritas Thailand menduga pria muda itu kemungkinan warga negara asing atau bisa juga seorang pria Thailand yang sengaja menyamar menjadi warga negara asing. (nvc/ita)










































