Paus Akan Berkunjung September, Drone Dilarang di Langit Philadelphia

Paus Akan Berkunjung September, Drone Dilarang di Langit Philadelphia

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 21 Agu 2015 04:26 WIB
Paus Akan Berkunjung September, Drone Dilarang di Langit Philadelphia
Foto: REUTERS/Cheryl Ravelo
Philadelphia - Paus Fransiskus dijadwalkan akan berkunjung ke Philadelphia, Amerika Serikat selama 2 hari pada September mendatang. Otoritas AS pun akan melarang drone atau pesawat tak berawak mengudara selama kunjungan Paus.

Pernyataan itu diungkapkan pejabat setempat seperti dilansir Reuters, Jumat (21/8/2015). Hal itu disebut sebagai bagian dari langkah keamanan selama Paus berkunjung. Ini akan menjadi kunjungan pertama Paus Fransiskus ke AS.

Badan Aviasi Federal AS, atau FAA mengeluarkan larangan itu tak hanya untuk drone atau pesawat tanpa awak. Selama Paus berkunjung pada 26-27 September, penggunaan balon udara juga dilarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembatasan ini dirancang bukan hanya untuk memberikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk acara, namun juga memastikan akses yang adil dan merata untuk semua pengguna wilayah udara semaksimal mungkin," kata FAA. Menurut FAA, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah meminta adanya larangan ini.

Jumlah drone yang diterbangkan di Amerika Serikat telah melonjak sejak tahun lalu. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa perangkat itu bisa bertabrakan dengan pesawat komersil, atau bahkan digunakan sebagai senjata untuk melakukan serangan.

Drone seringkali terbang nyaris dekat pesawat sehingga membahayakan keamanan. Dalam beberapa kasus drone juga pernah digunakan untuk mengangkut narkoba dari Meksiko ke AS sehingga menimbukan kekhawatiran akan ancaman keamanan di Gedung Putih.

Selain melarang penggunaan drone, pejabat kota pada Kamis kemarin juga telah merilis rincian tentang wilayah yang harus diamankan selama kunjungan Paus. Di antaranya mensterilkan wilayah pusat kota Philadelphia selama 10 km persegi. Paus juga akan dijaga keamanannya oleh pasukan Secret Service yang bertugas melindungi Presiden Barack Obama dan kunjungan kepala negara.


(hri/spt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads