Seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8/2015), kerusuhan pecah pada Rabu (19/8) malam setelah polisi St Louis menembak mati remaja kulit hitam yang diklaim menodongkan senjata ke arah polisi. Insiden ini terjadi ketika polisi tengah menggeledah rumah warga terkait aksi kekerasan bersenjata.
Disampaikan Kepala Kepolisian St Louis, Sam Dotson, bahwa dua remaja kulit hitam berusaha melarikan melalui pintu belakang, kemudian polisi menghadang keduanya. Saat itulah, lanjut Dotson, salah satu remaja menodongkan senjata ke arah polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi mencari senjata (ilegal), mencari pelaku kekerasan, mencari orang-orang yang melakukan kriminal di lingkungan ini," sebut Dotson soal motif polisi menggeledah rumah tersebut.
Beberapa saat usai penembakan fatal itu, massa berkumpul di salah satu perempatan jalan untuk berunjuk rasa dan semakin bertambah banyak pada Rabu (19/8) malam. Beberapa demonstran melemparkan batu dan botol gelas ke arah polisi, yang menggunakan tameng.
Akhirnya gas air mata terpaksa ditembakkan untuk membubarkan massa. Namun massa malah membakar sebuah mobil dan beberapa toko setempat dijarah. Satu rumah kosong juga dilaporkan dibakar massa.
Kepolisian setempat akhirnya menahan 9 orang terkait kerusuhan ini. Mereka yang ditahan dijerat dakwaan menghambat lalu lintas dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. (nvc/nwk)











































