Thailand Yakin Teroris Internasional Tidak Terlibat Bom Bangkok

Thailand Yakin Teroris Internasional Tidak Terlibat Bom Bangkok

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 14:27 WIB
Thailand Yakin Teroris Internasional Tidak Terlibat Bom Bangkok
Ilustrasi (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Otoritas Thailand meyakini jaringan teroris internasional tidak terlibat dalam ledakan bom di dekat Kuil Erawan, Bangkok. Mereka juga menyebut ledakan ini tidak ditargetkan secara khusus terhadap warga negara China yang banyak mengunjungi kuil Hindu itu.

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan yang mengguncang Bangkok pada Senin (17/8) malam itu. Otoritas Thailand juga tidak menuding kelompok tertentu bertanggung jawab atas pengeboman terparah sepanjang sejarah Thailand tersebut.

"Badan keamanan telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain dari negara sahabat dan telah mencapai kesimpulan awal, bahwa insiden ini kemungkinan besar tidak berkaitan dengan terorisme internasional," tutur juru bicara pemerintah junta militer Thailand, Kolonel Winthai Suvaree seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuil Erawan di Ratchaprasong memang tergolong populer di kalangan wisatawan asing, terutama asal China dan negara Asia Timur lainnya. Dari 21 korban tewas, terdapat 11 warga negara asing termasuk empat warga China. Sedangkan dari total 125 korban luka-luka, warga asal China mendominasi.

Kendati demikian, Winthai meyakini, warga China tidak menjadi target utama dalam ledakan ini. Namun Winthai tidak menyebut lebih lanjut dugaan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ledakan ini.

Pemerintah China sendiri telah mendesak pemerintah Thailand untuk menyelidiki ledakan ini secara menyeluruh dan menghukum berat pelakunya. China merupakan sekutu dan mitra perdagangan penting bagi Thailand, serta menjadi sumber wisatawan asing terbesar.

Kepolisian Thailand hingga kini masih memburu tiga tersangka bom Bangkok, dengan satu tersangka utama warga negara asing. Namun, kepolisian Thailand juga menyebut adanya keterlibatan jaringan besar dalam ledakan ini, dengan menduga sedikitnya 10 orang terlibat dan membantu tersangka utama. Polisi juga meyakini serangan bom ini sudah direncanakan dengan matang, setidaknya sebulan terakhir. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads